oleh

Sistem Resi Gudang Diluncurkan, Harga Rumput Laut Dipastikan Tak Anjlok

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Ekobis, Headline-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Potensi rumput laut Sulawesi Selatan tak bisa dipandang sebelah mata. Dari keseluruhan produksi rumput laut di Indonesia, Sulsel menyumbang sekitar 30 persen dari sisi produksi sedang dari sisi nilai berada diangkat 55 persen.

Olehnya, Kementerian kelautan dan perikanan (KKP) melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) melaksanakan peluncuran pembiayaan Sistem Resi Gudang (SRG) rumput laut guna terus mendorong pengelolaan hasil produk disektor kelautan dan perikanan.

Pembiayaan SSRG rumput laut ini dirasa perlu melihat hasil produk yang mempunyai unsur musiman, maka dari itu perlu dilaksanakan Sistem Resi Gudang (SRG) guna mendorong hasil produksi sekaligus mencegah terjadinya fluktuasi nilai produk yang akan mempengaruhi kinerja usaha. Selain itu Sistem Resi Gudang (SRG) mampu dijadikan salah satu instrumen pinjaman atau pembiayaan bagi para Nelayan.

Direktur LPMUKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Syarif Syahrial dalam sambutannya menerangkan bahwa kehadiran SRG merupakan awalan untuk pelaksanaan program yang telah dirancang jauh hari Bersama Bappebti, Kemendag, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) dan PT KBI.

Sistem Resi Gudang ini menurut Syarif sangat penting untuk memberikan kepastian harga.

“Terkadang, pembudidaya rumput laut, termasuk nelayan kita dihadapkan dengan kondisi turunnya harga ketika produksi melimpah. Diharapkan dengan sistem ini, nelayan tidak perlu khawatir lagi terhadap ancaman penurunan harga saat panen,” ujarnya Jumat (27/11/2020)

Tidak hanya itu, Dengan Sistem Resi Gudang (SRG) pinjaman bisa mencapai 70% dari nilai barang yang tercantum, dengan besar pinjaman maksimal 10 Milyar Rupiah.

” Hal ini tentu merupakan angin segar untuk koperasi maupun pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan. LPMUKP pun akan terus berupaya untuk memberikan strategi dan alternatif bagi pelaku usaha UMKM KP agar semakin mudah dalam mengakses peminjaman modal, apalagi bagi nasabah yang terkena dampak COVID 19″ pungkas Syarif Syahrial.

Lebih dari itu, kehadiran SRG ini diharapkan  dapat menjadi solusi dari keterbatasan akses permodalan yang sering menjadi kendala dalam pengembangan usaha kelautan dan perikanan untuk meningkatkan produktivitas Nelayan.

“SRG akan mempengaruhi peningkatan daya saing pelaku usaha kelautan dan perikanan pada perekonomian nasional dan pasar internasional, serta upaya dalam mengantisipasi kondisi kompleks ditengah pandemic COVID 19,”tambah Syarif

Bersamaan dengan di Makassar, di Benoa Bali juga sedang dilaksanakan kerjasama yang sama resi Gudang antara Bappepti dan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dilanjutkan penyerahan resi gudang oleh PT Perinus kepada pemilik komoditas ikan dan penyerahan pembiayaan secara simbolis oleh LPMUKP.