oleh

APBD Sulsel Disebut Defisit Rp1 Triliun, Junaedi: Tidak Ada Defisit

Syarifah Fitriani and Ratih-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Berdasarkan laporan akhir Badan Anggaran DPRD Sulsel terhadap nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD perubahan tahun anggaran 2020 menyajikan komposisi akhir APBD 2021 Sulsel mengalami defisit sebesar Rp1.010.575.360.602,38 triliun.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan provinsi Sulsel, Junaedi mengatakan meskipun dari komposisi akhir anggaran APBD 2021 terdapat defisit, namun pada dasarnya APBD 2021 tidak mengalami defisit.

Hal tersebut, dikatakan Junaedi lantaran Pemprov Sulsel tidak menganggarkan SILPA. Ia menjelaskan defisit dari selisih pendapatan dan belanja itu, ditutupi dengan pembiayaan yang direncanakan dari PT SMI, melakui paket pemulihan ekonomi sosial.

“APBD 2021 tidak ada defisit karena kita tidak anggarkan Silpa. Defisit dari selisih pendapatan dan belanja itu ditutupi dengan pembiayaan yang direncanakan dari PT SMI melalui paket pemulihan ekonomi nasional,” ujar Junaedi, Sabtu (28/11/2020).

Pebib lanjyt, Junaedi menjelaskan pada dasarnya defisit anggaran APBD 2021 Sulsel sebesar Rp 1.010.575.360.602,38 akan tertutupi oleh jumlah penerimaan pembiayaan sebesar Rp1.161.740.168.611,00, pembiayaan netto sebesar Rp 1.010.575.360.602,38, setelah diketahui pengeluaran pembiayaan sebesar Rp151.164.808.008,62.

Junaedi mengatakan secara umum, total APBD Pemprov Sulsel 2021, mengalami peningkatan dibanding APBD 2020.

“Jadi secara umum total APBD mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2020 ini,” ungkapnya.