oleh

BBWS-PJ Tunggu Jadwal Jokowi Resmikan Bendungan Passolerang

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Peresmian Bendungan Passolerang yang dijadwalkan akan diresmikan akhir tahun 2020, hingga kini masih menunggu jadwal kedatangan Presiden Repoblik Indonesia (RI), Joko Widodo.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Bendungan Balai Besar Wilayah Pompengan Sungai Jeneberang (BBWS-PJ), Alexander Nandar mengatakan pihaknya masih menunggu jadwal kedatangan orang nomor satu itu, untuk meresmikan Bendungan Passolerang.

Alexander mengatakan Bendungan passolerang sudah selesai dibangun. Pasalnya, peresmian tersebut akan dilakukan bersamaan dengan bendungan lainnya yang ada di Indonesia, seperti bendungan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan dan Jawa Timur.

“Passolerang sudah selesai, Passolerang tahun ini (tahun 2020) kita mau peresemian tapi tunggu jadwal Presiden RI dulu. Itu akan dibarengkan dengan Passolerang,” kata Alexander Nandar, Jumat (4/12/2020).

Alih-alih siap diresmikan, Alexander mengungkapkan untuk tata batas, terdapat kurang lebih 200 hektar yang belum terbayarkan di antaranya 108 kawasan hutan dan 115 berasal dari tanah warga.

“Masih berproses di BPKH untuk tata batas. Setelah tata batas baru BPN masuk sebagai panitia pengadaan tanah untuk peta bidang dan nominatif kemudian diproses pembayarannya,” ungkapnya.

Hanya saja, dikatakan Alexander perihal tata batas saat ini tengah diproses di bawah unit pelaksana teknis  Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yakni Balai Pemantapan Kawasan Busan (BPKH).

Diketahui, Bendungan Paselloreng memiliki luas genangan 169 hektare dengan kapasitas tampung 138 juta m3 untuk mengairi 8.510 hektare sawah.

Bendungan multifungsi ini, juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk 4 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 200 liter/detik, Konservasi Sumber Daya Air, pengendalian banjir Sungai Gilireng sebesar 1.000 m3/detik, perikanan air tawar, pengembangan Pariwisata, dan potensi listrik 2,5 MW.