oleh

PERKARA Gelar Aksi Simpatik 1.000 Koin Untuk Honorer Dinkes

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Qurniawan-Enrekang-

ENREKANG, BACAPESAN.COM – Pergerakan Koalisi Rakyat (PERKARA) menggelar aksi galang dana 1.000 koin untuk tenaga honorer Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang. Honorer Dinkes Enrekang saat ini belum menerima kepastian kapan pembayaran upahnya selama 6 bulan akan dibayarkan.

Aksi ini digelar di sekitaran Patung Sapi Enrekang, kecamatan Enrekang, kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Aksi tersebut digelar oleh PERKARA dengan bermodalkan karton bertuliskan Donasi untuk Honorer dan membentangkan spanduk bertuliskan “Sudah saatnya rakyat bantu rakyat, Honorer Rasa Relawan, honorer juga butuh makan dan dikemanakan upah honorer? ” yang dilakukan oleh puluhan massa aksi.

Risman selaku kordinator aksi menyampaikan bahwa, apa yang menjadi isue yang polemik sekarang di kabupaten enrekang ialah suatu persoalan yang memalukan terhadap daerah maspul itu sendiri.

Tenaga honorer, kata dia, hanya diberi upah sekisar RP 400.000 perbulan kini tidak terbayarkan selama 6 bulan dan mungkin pemerintah daerah terkait tidak memikirkan bahwa honorer juga butuh makan.

“Saya hanya bisa mengatakan kepada pemerintah kabupaten enrekang kalau semisal tidak mampu mengupah mereka buat saja komunitas relawan untuk membantu kinerjanya supaya tidak ada lagi persoalan pengupahan yang mejadi tanda tanya di kemanakan anggaran itu” jelasnya.

Ia menambahkan, tenaga honorer yang berada di bawah naungan Dinkes Enrekang sangat berkontribusi besar terhadap instansi terkait. Sehingga Enrekang mampu mendapat Dana Insentif Daerah yang bersumber dari APBN yang jumlahnya sekitar Rp27 Miliar karena kinerja dalam penanganan Covid-19 maksimal.

“Apakah anggaran untuk tenaga honorer tidak ada dalam pembahasan anggaran 2020 sehingga haknya mereka tidak diberikan. Jika memang tidak ada kenapa anggaran APBD yang dialokasikan untuk pencegahan covid yang nilainya 15 miliar yang pada saat bulan agustus baru sekitar 4 – 5 miliar yang terelisasi,” tegas Risman.

“Kami curiga ada yang tidak beres ditubuh pemerintah kabupaten enrekang terkait anggaran tersebut ketika dikalkulasi dari anggaran APBN dan APBD yang jumlanya sekitar 37 Miliar yang sampai saat ini belum ada kejelasan programnya” bebernya.

Hasil pemantauan dilokasi massa aksi PERKARA melanjutkan pada pemasangan sapanduk yang bertuliskan Posko Donasi Untuk Tenaga Honorer Dinkes Enrekang yang diawali dengan kependudukan di bundaran patung sapi sampai malam.

“Kami hanya berharap semoga pemerintah daerah cepat memberikan hak mereka, ketika itu tidak dilakukan maka kami akan akan menggelar aksi di kantor bupati dan DPRD Kab Enrekang juga menantang kepada dinas terkait untuk dialog persoalan ini” tandasnya.