oleh

Dugaan Persengkokolan Pembangunan Puskesmas Batua

Editor : admin 1, Penulis : Sugi Hartono-Daerah-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM– Penyidikan Kasus Puskesmas Batua mandek ditahap penyidikan. Sampai saat ini pihak Kepolisian Belum juga menetapkan siapa tersangka dalam kasus ini.

Pembangunan Puskesmas Batua ini sempat menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan pada Laporan Hasil Pemeriksaan 2018. BPK menyimpulkan bila proses pembangunannya menyalahi aturan sehingga menjadi pembahasan tersendiri dalam Laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap perundang – undangan.

Bila membaca laporan Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam kasus ini kuat dugaan telah terjadi persekongkolan antara pihak Kontraktor, Pengawas proyek hingga dengan Pejabat pembuat komitmen.

Dugaan persekongkolan itu diperkuat dengan adanya surat berita acara serah terima yang terbit pada tanggal 27 Desember 2018. Dimana kontraktor dan PPK sepakat bila pembangunan gedung Puskesmas Batua tahap I telah 100 persen dikerjakan. Dan telah mencairkan anggaran pembangunan sebesar 100 persen.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan pada Januari 2019, yang dilakukan BPK Inspektorat dan penyedia, didapati bila pembangunan gedung tersebut belum seratus persen terselesaikan. Setidaknya BPK merincikan ada delapan Item pekerjaan yang belum diselesaikan sehingga terjadi kelebihan pembayaran sebesar kurang lebih Rp 6 Miliar rupiah.

Selain itu, berdasakan pemeriksaan lapangan dan foto dokumentasi hasil pengawasan oleh Konsultan Pengawas (CV Sukma Lestari) diketahui pelaksana melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pada kontrak.

BPK Juga menemukan Perhitungan volume yang terbayar tidak sesuai dengan volume yang terpasang sebesar kurang lebih Rp 5 Miliar. Selain itu juga ada kelebihan pembayaran atas harga satuan yang melebihi kebutuhan sebesar kurang lebih 700 Juta.

Dalam Klarifikasi yang dilakukan oleh BPK Kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menganai kejadian tersebut, KPA mengaku tidak paham mengenai kegiatan pekerjaan kontruksi sehingga selalu meminta penjelasan dari konsultan pengawas, tenaga
teknis dan pelaksana.

Berkaitan dengan pelaksanaan serah terima pekerjaan (PHO), KPA menjelaskan bahwa sebelum tanggal 27 Desember 2018 (tanggal PHO), pihak pelaksana dan pengawas mendatangi Kantor Dinas Kesehatan untuk menjelaskan persoalan dan kendala dalam pelaksanaan pekerjaan kepada PPK, kemudian pada tanggal 27 Desember 2018 PPK memerintahkan secara lisan agar dilakukan pemeriksaan untuk proses PHO dan pada malam harinya dokumen PHO diserahkan kepada PPK. Informasi bahwa bobot pekerjaan telah 100% diperoleh PPK secara lisan dari tim PHO (Sdr. FIR) dan konsultan pengawas.

PPK baru mengetahui pekerjaan tersebut ternyata belum selesai setelah Tim BPK melakukan pemeriksaan fisik pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Batua Tahap I.

Sementara itu PPTK menyatakan bahwa tidak mempunyai kemampuan teknis dalam menilai pekerjaan kontruksi sehingga hanya bertanya pada pihak pelaksana dan konsultan pengawas mengenai pekerjaan yang dilaksanakan. Adapun laporan terkait kemajuan pekerjaan, kendala dan solusi di lokasi disampaikan PPTK kepada PPK berdasarkan laporan konsultan pengawas. Mengenai serah terima pekerjaan (PHO) yang telah dilakukan, PPTK menjelaskan bahwa beberapa hari sebelum dilakukan pengawas dan pelaksana membahas mengenai kemajuan pekerjaan bisa mencapai 100% sebelum masa pelaksanaan berakhir.

Pada tanggal 27 Desember 2018 atas perintah lisan PPK dilakukan pemeriksaan fisik oleh Tim PHO dan dilanjutkan dengan serah terima hasil pekerjaan dari pelaksana kepada tim PHO, dan pada malam di tanggal yang sama dilakukan rapat kembali dimana pada saat itu Konsultan Pengawas menyatakan bahwa bobot pekerjaan sudah mencapai 100% yang didukung oleh Laporan Akhir dari Konsultan Pengawas dan Laporan Kemajuan Pekerjaan dari Pelaksana.

Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (Tim PHO) yan diwakili oleh Sdr. Firman menyatakan bahwa pada saat melakukan pemeriksaan untuk proses serah terima pertama (PHO), Tim PHO tidak dapat memastikan pekerjaan pada Lantai Basement selesai atau belum selesai karena basement terendam air kurang lebih 2 meter. Dan untuk kondisi pekerjaan pada lantai 3 tidak dapat melihat langsung kondisi pekerjaan karena akses tangga baru selesai di cor pada saat itu, namun berdasarkan foto yang disampaikan oleh konsultan pengawas, pekerjaan sudah siap pengecoran plat lantai 3 karena telah terpasang pembesian dan bekisting.

Alasan Tim PHO menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) karena mengacu pada laporan konsultan pengawas yang menyatakan progress pekerjaan telah selesai 100% dan menyaksikan pada waktu itu alat, bahan dan tenaga kerja telah disiapkan dan pelaksana saat itu meyakinkan secara lisan kepada tim keseluruhan. Disamping itu pula ada intruksi dari Dinas Kesehatan yang mengingatkan bahwa proses pencairan terakhir/deadline tanggal 27 Desember 2018

Pihak pelaksana PT Sultana Anugerah menyatakan bahwa laporan kemajuan pekerjaan yang dibuat oleh pelaksana per tanggal 27 Desember 2018 yang menunjukkan bobot pekerjaan telah mencapai 100% di mana laporan tersebut dibuat oleh Pelaksana PT Sultana Anugerah dengan pertimbangan bahwa semua material telah berada di lokasi (material on site) dan tenaga kerja cukup tersedia. Penyedia juga memberikan keterangan bahwa bobot pekerjaannya per tanggal 19 Februari 2019 (pada saat memberikan keterangan pada Tim Pemeriksa BPK) adalah 99% adapun bobot yang tersisa sebanyak 1% adalah pekerjaan dinding geser, pekerjaan pit lift dan pekerjaan ramp.

Pihak pelaksana menyatakan bahwa PPK tidak mengetahui adanya pekerjaan yang belum dilaksanakan, namun pada saat rapat pada tanggal 25 Desember 2018 penyedia meyakinkan PPK bahwa nanti pada tanggal 27 Desember 2018 pekerjaan bisa mencapai 100%;

Sementara Pihak konsultan pengawas CV Sukma Lestari menyatakan bahwa per tanggal 27 Desember 2018 bahwa secara visual pekerjaan memang belum selesai 100% karena pada saat itu pekerjaan plat lantai 3 baru rencana proses pengecoran pada saat tim PHO melakukan pemeriksaan dan pekerjaan pengecoran pada bagian basement juga belum sepenuhnya selesai karena terendam air sampai perut orang dewasa sehingga dinding geser SW03 untuk lift saat itu baru sampai pada tahap bekisting.

Pihak konsultan membuat laporan akhir 100% atas dasar seluruh material telah siap di lapangan dalam kondisi lengkap dan siap dengan jumlah tenaga kerja dilapangan yang memadai proses pengecoran dilapangan sementara berlangsung dan kondisi lantai 3 siap cor, sehingga diprediksi pekerjaan dapat rampung.

Diketahui kemarin, pihak KPK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Polda Sulsel meninjau lokasi proyek pembangunan RS Batua.

Direktur Pidana Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri mengatakan peninjauan itu untuk tambahan pendalaman kasus, ” untuk tambahan pendalaman kasus. Intinya begini kasus ini tetap berproses, nanti pertengahan januari kita tinjau lagi. Sebelum penetapan tersangka,” ujarnya. (*)