oleh

Terkuak Dana Kelurahan Diselewengkan, Bendahara akui DAU Diambil Lurah Mardekaya

Editor : admin 1, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM– Rosmawati Daeng Sa’bi selaku bendahara Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang mengakui bahwa Dana Alokasi Umum (DAU) tahap II Kelurahan telah diambil oleh Kepala Kelurahan Maradekaya, Abd. Rahman.

“Semua dana DAU tahap II sudah tidak ada lagi saya pegang, semua sudah diambil oleh pak Lurah, dan kami memiliki bukti kwitansi dana yang saya keluarkan, seperti anggaran pembangunan tiga pos kamling Rp.35 juta dan anggaran penanganan covid-19 Rp.50 juta,” ungkap Rosmawati.

Menurut Rosmawati, dana itu dia berikan ke Pak Lurah karena dia yang minta. Sebagai atasan saya dan dia penanggungjawab pada kegiatan itu, tentunya saya penuhi permintaannya,” akunya Rosmawati.

Sementara Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Kelurahan Maradekaya, Daeng Nuru yang menjadi korban dari perilaku Lurah Maradekaya. Sebab, dia telah mengerjakan tiga pos kamling tersebut, namun belum dibayar oleh pihak Kelurahan.

Daeng Nuru juga telah membenarkan bahwa semua dana pembangunan pos kamling itu telah diambil oleh Lurah Mardekaya. Saya ketahui, sejak Bendahara Kelurahan menyampaikan ke saya bahwa semua dananya telah diambil oleh pak Lurah Mardekaya.

Setelah kami mengetahui dana itu telah diambil oleh Pak Lurah, Daeng Nuru meminta pak Lurah agar dia membayar pembangunan pos kamling itu. Karena gaji upah pekerjanya belum diberikan. Namun pak Lurah hanya selalu berjanji, sehingga sampai sekarang dia belum bayar. Saya sudah berapa kali di janji, tapi tidak ada realisasi, Kesal Daeng Nuru,” Senin (14/12/2020).

“Selain itu, saya juga pernah mendengar, Pak Lurah telah mengambil uang di Bendahara sebesar Rp.50 juta untuk penanganan covid 19. Hanya saja, kita melihat dia hanya membeli 10 tempat cuci tangan dan beberapa masker,” beber Daeng Nuru.

“Kami berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera memeriksa Kepala Kelurahan Mardekaya karena dia telah mengambil anggaran Kelurahan dan tidak menutup kemungkinan dia gunakan untuk kepentingan pribadinya sehingga dia merugikan saya selaku pelaksana kegiatan dan beberapa masyarakat Mardekaya,” harap Daeng Nuru.

“Kalaupun pak Lurah tak mau membayarkan pembangunan pos kamling itu dengan dalil berbagai macam, tidak apa-apa. Tetapi saya harap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera memeriksa Pak Lurah Mardekaya karena ini sudah ada unsur penyelewengan dana Kelurahan,” cetusnya.

Sementara Kepala Kelurahan Mardekaya, Abd Rahman, sampai berita ini ditayangkan belum berhasil dikonfirmasi. Dia terkesan lebih memilih bungkam, sebab, pak Lurah Mardekaya ditelpon tak diangkat di konfirmasi via Whatsaap juga dia tidak membalas. (*)