oleh

Jam Operasional Dibatasi Jelang Nataru, Latunreng Ungkap Dampaknya Akan Besar Bagi Dunia Usaha

Editor : admin 1, Penulis : Ratih-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah mengeluarkan surat edaran perihal batas jam operasional tempat usaha jelang natal dan tahun baru (Nataru) hanya sampai pukul 19.00 WITA.

Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, Latunreng mengatakan dengan membatasi jam operasional dunia usaha, realisasi penjualan dan pendapatan akan mengecil. “Kami dari dunia usaha membatasi itu bukan berarti kita tidak menghormati tapi tentu pengurangan jam kerja yang menimbulkan nanti realisasi penjualan kita mengecil itu dampaknya,” ujar Latunreng, saat dihubungi Bacapesan.com, Selasa (22/12/2020).

“Strategi di dunia usaha ketika jam usaha dibatasi karena jam kerja itu terhadap pasar kalau diperkecil ruangnya yah kecil juga masuk kalau kita bicara soal untung terhadap pengusaha pasti rugi, bahan yang diproduksi tidak terjual semua karena waktu pasti akan menimbulkan kerugian,” lanjutnya.

Meski diketahui, pembatasan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar saat ini lebih kepada memprioritaskan penyebaran Covid-19 tetap dijaga. Namun, dikatakan Latunreng jika dilihat dari sisi ekonomi ruang gerak semakin kecil sehingga pendapatan mengecil.

“Sebenarnya di penghujung tahun kita selalu ingin menyambut dengan kegembiraan tapi dengan Covid-19 ini tentunya khususnya pemerintah semakin merasa perlu ada pembatasan, nah pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah tentu lebih kepada memprioritaskan penyebaran Covid-19 tetap dijaga tapi dari sisi ekonomi tetap diberikan ruang, makanya dengan adanya pembatasan itu kalau berbicara ekonomi semakin kecil ruang gerak, semakin kecil juga ruang ekonomi baik pembatasan maupun dari sisi jumlah,” ungkapnya.

Untuk itu, Latunreng mengatakan dengan adanya pembatasan jam operasional tempat usaha, dampaknya akan besar bagi sektor ekonomi. “Misalnya bahan yang kita beli tidak terjual, apalagi sarana dan prasarana penjual pakai ruko dan lain-lain. Sewa tanah itu semua itu rugi, bahan-bahan pokok yang diolah ini belum kembali, belum bunga bank ini akan menimbulkan dampak yg sangat besar,” ungkapnya. (*)