oleh

Pemkot Batasi Jam Operasional, La Tunreng : Pesta Demokrasi Membawa Malapetaka

Syarifah Fitriani and Ratih-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Pembatasan jam operasional seluruh tempat usaha di Kota Makassar jelang Natal dan Tahun Baru 2021, tentu memberikan dampak terhadap pengusaha.

Bagaimana tidak, pengusaha harus mengikuti kebijakan dari pemerintah perihal batas operasional tempat usaha hanya sampai jam 19.00 WITA. Akibat naiknya angka kasus covid-19 di Sulawesi Selatan jelas memberikan dampak bagi pengusaha ditambah adanya batas jam operasional jelang nataru.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulsel, La Tunreng mengatakan disaat masa sulit yang dilalui hampir setahun akibat Pandemi Covid-19. Namun, pasca digelarnya pesta demokrasi yang dinilai memberi sumbangsi besar terhadap meningkatnya kasus Covid-19 justru membawa malapetaka.

“Di saat kita ini mengalami masa sulit hampir 10 bulan yang ujungnya diharapkan bisa memberikan daya bangkit yang baik bagi pengusaha ternyata pesta demokrasi membawa malapetaka,” ujar La Tunreng, saat dihubungi Bacapesan.com, Rabu (23/12/2020).

Selain memperburuk kondisi ekonomi dan pendapatan ekonomi, dengan dilakukan pembatasan jam kerja, maka ada potensi karyawan untuk kembali dirumahkan dan di PHK. Sebab, kondisi ekonomi saat ini belum sepenuhnya membaik sesuai yang diharapkan.

“Jelas ada peluang PHK lagi yang besar peluangnya kalau pergerakan dunia usaha dibatasi. Ongkos tenaga kerja ini kalau kita lihat ketika penjualan dibatasi oleh waktu maka waktu itu mengurangi jumlah biaya kerja dan berdampak dirumahkan atau di PHK,” ungkapnya.

Lebih lanjut, La Tunreng menjelaskan ketika ekonomi mengalami penurunan, maka pengangguran akan semakin besar. Sebab, saat produk yang diproduksi tidak terjual maka ongkos tenaga kerja pasti berkurang, sehingga ada potensi untuk PHK terjadi.