oleh

Natal di Balik Jeruji, Gereja Oikumene Rutan Makassar Diresmikan

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Ratih-Hukum-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Natal pertama di masa pandemi covid-19, berbeda dirasakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) kelas I Makassar.

Hal tersebut, terlihat suasana natal di dalam Rutan sangat sunyi, Tak ada perayaan meriah, juga tidak ada roti dan anggur. Yang ada, hanya doa-doa yang dipanjatkan untuk pengampunan dan kebebasan dari warga binaan.

Namun, mulai hari ini ada sedikit hal baik bagi warga binaan Rutan kelas I Makassar, khususnya bagi yang memeluk keyakinan Kristiani. Hal tersebut, lantaran mereka sudah bisa beribadah dengan khusyuk dan sudah bisa merayakan natal dengan sesama, juga menyanyikan lagu-lagu rohani. Sebab pagi tadi Gereja Oikumene Rutan Kelas I Makassar sudah diresmikan.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto yang didampingi Kepala Rutan kelas I Makassar, Sulistiyadi dan jajaran staf Rutan, serta sejumlah pendeta.

Harun berharap keberadaan Gereja Oikumene di Rutan Kelas I Makassar, kegiatan warga binaan kerohanian bisa diintensifkan. Dengan begitu, upaya untuk memberikan pendidikan melalui edukasi agama dinilai sangat efektif bagi warga binaan untuk kembali ke jalan yang benar.

“Dulu, waktu saya masih di Lapas Nusa Kambangan, ada bandar sabu yang bandel sekali. Keluar masuk Lapas. Sampai akhirnya, saya lihat dia di gereja lapas. Baca kitab. Saya pantau terus beberapa bulan. Ternyata memang dia insaf. Kejadian itu tahun 2007. Sebelumnya juga ada. Malah lebih parah lagi. Kejadiannya sama. Dia insaf di gereja. Sekarang dia jadi asisten pendeta. Artinya, kehadiran Gereja Oikumene ini memang penting. Banyak hal yang bisa diselesaikan lewat kedekatannya dengan tuhan,” ujar Harun, Jum’at (25/12/2020).