oleh

Prof Jasruddin Siap Sambut 2021

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Edukasi-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Setelah terpilih menjadi Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Prof Jasruddin terus memacu kinerja lembaga yang mengawal seluruh Perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Adanya pemekaran dan berkurangnya cakupan kerja LLDikti menjadi angin segar  dimana diharapkan dengan di banginya LLDikti perwilayah dapat menambah fokus pembinaan, pengawasan dan pengendalian Perguruan tinggi agar lebih intensif di tahun tahun mendatang

“Selama ini permasalahan adalah luasnya daerah dan banyaknya Perguruan Tinggi sehingga pembinaan, pengawasan dan pengawasan masih kurang intensif,” Kata Prof Jasruddin.

Menyambut 2021, Berbagai program beseta inovasi akan terus di geliatkan LLDikti Wilayah IX guna mengawal lembaga yang berfungsi mencerdaskan bangsa.

Fokus LLDikti di tahun depan antara lain, mengawal Tatanan Baru Perguruan Tinggi  Pasca Hadirnya Pandemi 2020 menjadi tahun yang sangat berbeda bagi seluruh tatanan kehidupan, tak terkecuali di dunia pendidikan.

Hadirnya covid 19 memaksa Perguruan tinggi harus berbenah, segala bagian harus diubah tak terkecuali mode pembelajaran. Hal ini pula yang menjadi perhatian khusus Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti) wilayah lX dalam menyongsong tahun 2021.

“Covid 19 insyaalah akan berakhir, namun dampaknya tidak akan mudah hilang bahkan itu menjadi penyadaran bahwa proses pengolahan Perguruan tinggi harus mengantisipasi segala kemungkinan,” ujarnya.

Menurut Prof yang piawai bernyanyi ini, kehadiran covid 19 menjadi batu loncatan bagi setiap elemen pendidikan untuk semakin mengupgrade kemampuan di bidang teknologi.

Sedikit mengenang, Prof Jasrudin mengatakan bahwa pembelajaran daring bukan hal baru dan telah ada sejak 30 hingga 40 tahun lalu yakin sejak tahun 80an. Sehingga tugas dunia pendidikan saat ini ialah bagaimana memadukan pembelajaran luring dan daring.

“Pengalaman ini mengajarkan  bagaimana harus menguasai teknologi dalam tata kelola perguruan tinggi baik administrasi maupun proses belajar. Kejadian ini mengharuskan setiap dosen sudah siap dan berbahagia menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran, begitupun mahasiswa” katanya.

Perguruan Tinggi Swasta Tampil Mencerdaskan Anak Bangsa Bagi Prof Jasruddin, yang terpenting adalah kemerdekaan belajar setiap anak bangsa perlu    sama rata. Olehnya sejak dirinya menahkodai  LLDikti Wilayah IX, Guru besar yang menamatkan studinya di bidang Fisika ini mulai menggali potensi Perguruan Tinggi tidak hanya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetapi juga Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Prof Jas, sapaan akrabnya mengutarakan keprihatinannya terkait Perguruan tinggi swasta (PTS) yang selama ini selalu dipandang sebelah mata, padahal menurutnya di luar negeri justru PTS menjadi primadona.

“Karena kita berada di Republik Indonesia, saya tidak ingin ada anak bangsa yang merasa kurang beruntung karena berkuliah di Perguruan tinggi swasta,” ungkap Prof Jas

Lanjutnya, Keberadaan PTS  diseluruh wilayah kerja LLDikti IX dengan jumlah total  230 Perguruan tinggi menjadi sangat urgen terutama yang berada di daerah. Sehingga kehadiran PTS tidak boleh di anggap sepele.

“Saya melihat ada animo baik serta semangat dari PTS mengubah paradikma yang tertanam selama ini, tinggal membenahi beberapa hal misalnya biaya pendidikan uang sangat murah sehingga PTS tersebut tidak bisa berkembang,” ujar Prof Jas.

Lebih jauh Prof Jas mengharapkan adanya sinergi apik antar pemerintah dan pemilik yayasan sehingga keberadaan PTS lebih diakui lagi.

“PTS harus baik apa dikembangkan oleh masyarakat maupun dikembangkan oleh pemerintah. Namun lebih baik lagi jika Masyarakat dan Pemerintah bersinergi untuk pengembangan PTS sehingga anak bangsa yang tidak dapat kuliah di PTN mendapatkan pendidikan yang sama baiknya” harapnya.

LLDikti IX Award Jadi Kado Tahunan Bagi PTS Berprestasi Sukses digelar perdana pada 13 Desember 2020 lalu semakin menumbuhkan minat Perguruan Tinggi Swasta untuk tampil dan terus berbenah.

Pada ajang award lalu, ratusan PTS dihadirkan dan diberi apresiasi. Menurut Prof Jasrudin hal tersebut untuk dorongan dan semangat PTS agar semakin baik lagi.

“Kami sangat menghargai kinerja dan kerja keras dari Pimpinan PTS yang berada di wilayah kerja kami sehingga kami menghadirkan penganugerahan PTS. Kedepan diharapkan agar PTS semakin aktif meningkatkan mutunya dan menjadi lembaga pendidikan  yang berprestasi” harapnya.