oleh

Pembatasan Jam Malam, Gubernur NA Sebut Masyarakat Perlu Disiplinkan Tentang Protkes

Armansyah and Ratih-Berita, Metro, Pemerintahan-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk memutus mata rantai covid-19, dengan melakukan pembatasan jam operasional tempat usaha baik Mal, Cafe dan Restoran hingga jam 19.00 WITA ditanggapi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
Menurut NA–akronim namanya, menyebut bukan pembatasan jam operasional yang penting. Hanya saja, perlu ditegaskan untuk mendisiplinkan masyarakat tentang penegakkan protokol kesehatan (protkes).
“Inikan sudah mulai turun lagi kasus covid ini, jadi sebenarnya bukan jam malamnya yang penting. Tapi itu penting juga kita lakukan jam malam dulu. Tetapi ada hal yang perlu kita disiplinkan masyarakat,” ujar Nurdin, Senin (28/12).
Nurdin menjelaskan pemberlakukan pembatasan jam operasional tempat usaha, lantaran masyarakat tidak disiplin dalam menegakkan Protokol Kesehatan (Prokes).
“Sebenarnya sampai jam berapapun mereka nongkrong tapi pakai masker. Coba kalau seluruh masyarakat Makassar disiplin, warkop, restoran, mall di tegur saja. Jadi yang tegur tanpa masker itu di tegur. Kalau itu bisa dilakukan, tidak perlu ada jam malam. Yang pentikan sekarang kalau masyarakat ini melindungi diri,” ungkapnya.
Kendati demikian, NA mengungkapkan pembatasan jam operasional tempat usaha hanya akan dilakukan sampai tahun baru 2021. Namun, sekarang diperketat karena beberapa hari lalu, kasus covid-19 di Sulsel bertambah.
“Iya. Jadi saya sudah bilang jadi kalau bisa ini kita coba lebih ketatkan lagi protokol kesehatan. Itu yang lebih penting,” jelasnya.