oleh

Tiga Partai Baru Rasa Lama Tatap Pemilu 2024

Editor : Armansyah-Pemilu-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Peta politik bakal tersaji berbeda di Pemilu 2024 mendatang. Pasalnya, tiga partai baru tercatat bakal menyemarakkan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Pertama adalah Partai Gelora yang resmi mendapatkan tiga SK dari Kementerian Hukum dan HAM, kemudian kedua adalah Partai Ummat bentukannya Amien Rais dan ketiga adalah Partai Masyumi Reborn. Ketiga partai baru rasa lama akan menatap pemilu 2024.

1. Partai Gelombang Rakyat (Gelora)

Partai Gelora didirikan pada 28 Oktober 2019. Namun baru mendapatkan SK dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly pada 2 Juni 2020.

Adapun tiga SK yang didapatkan Partai Gelora adalah, SK Badan Hukum Partai Gelora, SK Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan SK Kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional.

Diketahui, pendiri Partai Gelora ini merupakan mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka adalah Anis Matta, Fahri Hamzah dan Mahfuz Sidik.

Partai Gelora ini diketuai oleh Anis Matta, Fahri Hamzah didapuk sebagai wakil ketua umum, sementara Mahfuz Sidik dipercayakan menjadi sekretaris jenderal.

Terbentuknya Partai Gelora ini juga tidak lepas dari konflik internal di tubuh PKS pada. Banyak petinggi PKS yang bergabung ke Partai Gelora.

Anis Matta dan Wakil Ketua Umum Partai Gelora pernah terlibat konflik dengan internal PKS pada 2018 silam. Konflik mencapai puncaknya ketika PKS memutuskan memecat Fahri Hamzah dan Anis Matta dari seluruh jenjang di PKS.

“Saya tidak menafikkan bahwa kami punya konflin dulu di PKS ya. Ini fakta yang tidak bisa kami ingkari,” ujar Anis Matta, Minggu (10/11).

2. Partai Ummat

Politikus Partai Ummat, Putra Jaya Husin membebarkan Amien Rais memutuskan keluar dari PAN dan membentuk partai baru karena PAN yang ada saat ini, visi dan misinya sudah tidak lagi sesuai dengan tujuan pendirian partai.

“Kami ini mau ke timur dan tidak mungkin kami naik mobil ke barat. Ya jadi kami turun di persimpangan, atau beli mobil baru yang sesuai dengan arah perjuangan,” kata Putra Jaya (4/9) lalu.

Partai Ummat sendiri lahir pada 1 Oktober 2020. Kala itu tokoh reformasi Amien Rais mengumumkan sendiri nama Partai Ummat lewat virtual. Menurut Amien, arti partai barunya tersebut terkait dengan asa partainya. Partai umat itu bakal berjuang bersama anak bangsa lainnya.

“Partai Ummat Insyaallah bertekat akan berkerja, berjuang bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan,” kata Amien Rais (1/10).

Untuk diketahui, dorongan agar Amien Rais membentuk parpol baru awalnya disampaikan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Asri Anas pada Maret 2020 silam.

Ia mengklaim ratusan dewan pimpinan daerah (DPD) dan dewan pimpinan wilayah (DPW) PAN serta ribuan tokoh di PAN dan tokoh Muhammadiyah mendorong Amien Rais membentuk PAN Reformasi.‎

3. Partai Masyumi Reborn

Sempat tidak aktif, Partai Masyumi resmi kembali dideklarasikan. Deklarasi ini bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke -75 tahun sejak didirikan pada 1945 silam pada 7 November 2020 ini.

Pembacaan deklarasi dilakukan oleh Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Partai Islam Ideologis (BPU-PPII) KH Ahmad Cholil Ridwan. Dia mengatakan dengan deklarasi tersebut maka Partai Masyumi kembali aktif dalam perpolitikan Indonesia.

“Kami yang bertanda tangan dibawah ini, mendeklarasikan kembali aktifnya Partai Politik Islam Indonesia yang dinamakan Masyumi,” ujar Cholil membacakan deklarasi seperti dilihat melalui konferensi video, Sabtu (7/11).

Cholil berharap Partai Masyumi bisa tumbuh besar. Sehingga bisa meraih kejayaan seperti pada 1955 silam. Tentunya kejayaan itu tetap mengedepankan nilai-nilai Islam dalam Partai Masyumi.

“Semoga Allah meridhoi perjuangan Masyumi hingga meraih kemenangan di Indonesia,” katanya.

Sementara terpisah, Ketua Persiapan Pendirian Partai Islam Ideologis (P411), Masri Sitanggang, mengatakan kepanitiaan pendirian partai telah terbentuk di 29 provinsi. Sehingga sisanya tinggal menyusul.

Adapun Partai Masyumi Reborn ini diisi oleh tokoh dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang terdiri dari mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban, mantan Wakil Sekretaris MUI Tengku Zulkarnain, budayawan Ridwan Saidi, Bachtiar Chamzyah, Cholil Ridwan dan Abdul Rosyid Syafei.

Diketahui, dalam sejarahnya, pada 1960 era Presiden Soekarno Partai Masyumi sempat dilarang. Masyumi pernah menduduki posisi kedua dalam pemilihan umum (pemilu) 1955.‎ (jpg)