oleh

Kasus Covid-19 Tinggi, Rektor UIM Pimpin Penyemprotan Disinfektan

Armansyah-Berita, Edukasi, Kampus-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Universitas Islam Makassar (UIM) terus mendukung dan membantu pemerintah dalam memerangi covid-19. Kali ini, kampus berlokasi jalan Perintis Kemerdekaan melakukan penyemprotan cairan Disinfektan dilingkungan kampus.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor UIM, Andi Majdah M Zain didampingi oleh dr Wachyudi Muchsin selaku Kabag Humas dan Kerja Sama UIM, perwakilan PMI Sulsel Muji Iswanti serta jajaran Wakil Rektor UIM, Senin (4/1).

Kata Majdah, kegiatan ini sebagai bentuk preventif memutuskan rantai penularan Covid-19. Apalagi, angka kasus pasien terkonfirmasi positif di Sulsel terjadi lonjakan.

“Tercatat, penambahan rata-rata 600 kasus baru setiap hari, dengan jumlah secara akumulasi sebanyak 32.187 kasus, dan Kota Makassar memberikan kontribusi terbanyak yakni 376 pasien baru. Ini sangat mengerikan,” ujar Majdah.

Terpisah, Humas IDI Kota Makassar, Wachyudi Muchsin menanggapi jumlah peningkatan kasus yang terjadi di Sulsel. Menurutnya, hal tersebut merupakan akumulasi dari aktivitas dan mobilitas yang terjadi sepanjang akhir tahun ini.

“Akumulasi peningkatan (Covid-19), karena aktivitas dan mobilitas yang terjadi belakangan ini, seperti berlibur, Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Serentak Desember 2020 lalu, dan aktivitas berkumpul bersama teman dan keluarga yang tidak se rumah,” ungkapnya.

Kendati demikian, salah satu faktor meningkatnya jumlah kasus, karena ada upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dengan terus massif melakukan pelacakan dan tes Covid-19 di tengah masyarakat guna memutus mata rantai penyebarannya.

“Testing swab (tes usap) massal berjalan dengan baik di Pemkot Makassar, sehingga bisa dilakukan tresing dan treatmen yang maksimal,” paparnya.

Dokter Koboi–sapaan akrab Wachyudi Muchsin, mengatakan, secara kelembagaan IDI Makassar minta masyarakat tidak menganggap remeh pandemi Covid-19. Sebab, okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah penularannya.

Dokter Yudi menjelaskan, tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat positivity rate yang mencapai 29,5 persen. Data harian positivity rate Indonesia ini, sudah lima kali lipat melebihi standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO), yakni 5 persen.

“Untuk itu, perlu selalu senantiasa menerapkan 3 M, yakni konsisten pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Inilah kunci efektif menekan penyebaran Covid-19,” terangnya