oleh

Anggaran RS Batua Bakal Dialihkan ke Peningkatan Pelayanan Puskesmas

Armansyah and Ratih-Berita, Kesehatan, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Proyek pembangunan RS Batua terancam gagal dilanjut tahun ini. Alasannya, pemerintah belum mendapat izin dari penyidik Polda Sulsel. Sehingga, anggaran tersebut bakal dialihkan untuk peningkatan pelayanan Puskesmas.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Abd Wahab Tahir menyebut saat ini pihaknya tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pelayanan puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu), terutama yang ada di wilayah pelosok.

Dana itu berasal dari alokasi pembangunan RS Batua yang berpotensi gagal tahun ini lantaran tidak memiliki izin penyidik Polda Sulsel. Sehingga, anggaran itu untuk merehap dan pengembangan puskesmas.

Menurutnya, Pelayanan di puskesmas dan Pustu diwilayah pelosok, perlu jadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah. Sebab, masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut, belum sepenuhnya mendapat pelayanan yang optimal seperti di pusat kota.

“Kita ada Rp10 milliar siapkan, jadi larinya ke pengembangan puskesmas, utamanya pustu ini karena kurang mendapat perhatian. Jadi kita alihkan pengembangan puskesmas, termasuk rehab tiga puskesmas, kita akan alihkan ke situ, itu sudah kita pikirkan,” ujar Wahab, Kamis (7/1).

Wahab berharap anggaran tersebut, dapat menunjang fasilitas kesehatan yang ada diwilayah pelosok agar lebih maksimal. Menurutnya, Peran petugas puskesmas harus prima ditambah dengan anggaran yang mumpuni.

Sebab, kata Wahab puskesmas merupakan garda terdepan dalam menuntaskan persoalan kesehatan di masyarakat. Ia berujar dengan dana tersebut diharapkan dapat menunjang fasilitas kesehatan agar lebih maksimal, khususnya untuk penanganan kasus Covid-19.

“Anggaran ini nantinya digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” tutupnya.