oleh

Jawa-Bali PSBB, NA Tunggu Petunjuk Pusat

Editor : Armansyah, Penulis : Ratih-Berita, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Pusat kembali mengambil langkah untuk membatasi kegiatan masyarakat dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah meningkatnya penularan covid-19.

PSBB tersebut akan berlangsung di Jawa dan Bali selama 15 hari, mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021. Kebijakan PSBB diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto dalam konference persnya di Istana Kepresidenan, Rabu 6 Januari 2021 kemarin.

Terkait itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah masih akan menunggu petunjuk pemerintah pusat tentang pelaksanaan PSBB di Sulsel. Apalagi, saat ini angka kasus terkonfirmasi positif semakin hari semakin meningkat.

“Saya kira kita akan ikuti petunjuk Pemerintah Pusat,” singkat Nurdin, Kamis (7/1).

Nurdin mengatakan kebijakan penerapan pengetatan di dua daerah yakni Jawa dan Bali lantaran ada beberapa parameter yang menjadi pertimbangan. Seperti, angka kematian diatas rata-rata nasional.

Kemudian, angka kesembuhan di daerah itu berada di bawah rata-rata nasional atau di bawah 82 persen, kasus aktif di daerah di atas rata-rata nasional atau di atas 14 persen, dan terakhir keterisian RS untuk ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Sehingga, kata NA–akronim namanya, pihaknya terus berupaya untuk menekan jumlah kasus Covid-19 di Sulsel. Penerapan PSBB di Jawa dan Bali dinilai sebagai peringatan untuk di Sulsel dan Makassar.

“Saya kira itu yang harus kita warning (peringatan) Sulsel ini. Terutama Makassar, ini yang kita coba tekan, tapi kita sudah on the track,” tegasnya.