oleh

AUHM Sebut Pemberlakuan Jam Malam Ancam Bisnis Hiburan

Editor : Armansyah, Penulis : Ratih-Berita, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Zulkarnain Ali Naru menyebut kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membatasi jam operasional hanya sampai pukul 7 malam mengancam pelaku bisnis hiburan, termasuk seluruh unsur di dalamnya.

Bahkan, kata Zul–sapaan akrabnya, pihaknya telah menyuarakan saat mengikuti rapat dengar pendapat antara industri pariwisata dan DPRD terkait pelaksanaan kebijakan pembatasan jam malam operasional dan rencana PSBB diruang rapat Banggar Gedung DPRD Makassar, Kamis 7 Desember kemarin.

“Kenyataannya, 4.000 tenaga kerja terdampak. Tidak bisa bayar kost, pinjam uang di rentenir, tidak bisa bayar listrik, belum lagi biaya sekolah anaknya, hingga urusan perut mereka,” ujar Ali, Jum’at (8/1).

Apalagi, dikatakan Zul, kecil kemungkinan pelaku hiburan malam akan mendapatkan bantuan atau dana insentif dari pemerintah. Untuk itu, ia berharap THM ada penyesuaian waktu operasional. Mereka juga menuntut adanya keadilan tanpa diskriminasi.

“Harus ada keadilan dari pengambilan kebijakan itu. Kami harapkan adanya penyesuaian waktu operasional. Misalnya rumah bernyanyi keluarga buka dari pagi sampai jam 7 malam, karaoke buka hingga jam 9 atau jam 10. Kemuadian bar dan pap dari jam 12 hingga jam 3 pagi. Toh itu hitungannya bukan malam lagi, tapi sudah pagi kan. Istilahnya, sedikit omset yang penting ada pemasukan. Yang penting karyawan mereka bisa makan. Juga kami harap adanya kompensasi pajak atau keringanan untuk bulan ini,” ungkapnya.

Lebih jauh, Zul meminta Pemkot Makassar menempatkan satu satgas Covid-19 dan Satpol PP di setiap THM untuk pengawasan. Jika terjadi pelanggaran over kapasitas atau protokol kesehatan maka bisa diberi sanksi dan ditindaki.

Sebelumnya, diketahui kebijakan jam malam tidak hanya menyasar cafe dan restoran tapi juga THM. Dimana, THM diwajibkan tidak beroperasi hingga 11 Januari 2021 mendatang. Keputusan ini untuk menekan penyebaran covid-19.