oleh

Dana Hibah Belum Cair, Dewan Minta Pemkot Jangan Sia-Siakan Bantuan Pusat

Editor : Armansyah, Penulis : Ratih-Berita, Metro, Pemerintahan, Wakil Rakyat-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Memasuki awal Januari 2021, suntikan dana hibah yang diberikan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif belum juga dicairkan. Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin belum menandatangi SK penetapan penerima bantuan.

Sikap Pj Wali Kota Prof Rudy disayangkan anggota Komisi B DPRD Makassar, Mario David. Apalagi anggaran Rp48,8 miliar yang disalurkan pemerintah pusat 70 persen diperuntukkan bagi pelaku usaha hotel dan restoran. Ia meminta pemkot untuk segera menyurat ke Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait anggaran yang tidak kunjung dicairkan. Tidak boleh disia-siakan.

“Kami juga siap menemani ke Jakarta untuk menjelaskan ke kementrian bahwasanya ini adalah kendala teknis,” kata Mario, Jumat (8/1).

Dia mengatakan ada beberapa kendala yang mengakibatkan bantuan ini belum bisa dicairkan. Masalah administrasi yang lamban paling dominan. Koordinasi lintas OPD juga sedikit terhambat lantaran banyak yang positif Covid-19. Belum lagi, pemkot terbilang hati-hati mengelola anggaran tersebut mengingat banyak pelaku yang dokumennya tidak sesuai petunjuk teknis. Salah satunya terkait tanda daftar usaha (TDUP).

Namun, Mario meminta pemkot agar memperjuangkan bantuan tersebut. Ia berharap bantuan ini tidak sampai ditarik pemerintah pusat. Sebab tidak dipungkiri, industri hotel dan restoran sangat membutuhkan bantuan ini sebagai stimulus untuk bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita harap anggaran ini bisa terus diperjuangkan, jangan sampai ditarik. Kalau bisa, surat itu ditandatangani lalu di kirim ke pusat untuk diberi kelonggaran waktu,” ucap dia