oleh

Pencairan Dana Hibah Hotel dan Restoran Tunggu Petunjuk Pusat

Armansyah-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Meski telah menyeberang tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih berupaya agar suntikan dana hibah dari Kementrian Patiwisata dan Ekonomi Kreatif bisa digunakan tahun ini.

Surat permohonan pengalihan dana sudah dikirim Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar sejak 7 Januari lalu. Selanjutnya hanya tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat.

“Kita sudah menyurat agar anggaran ini dialihkan ke 2021. Kita tinggal tunggu jawaban,” kata Kepala Seksi Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kota Makassar, Syafaruddin, Sabtu (9/1).

Dia menyampaikan sambil menunggu balasan pemerintah pusat, hotel dan restoran sebaiknya melengkapi dokumen administrasi seperti tanda daftar usaha pariwisata (TDUP).

Apalagi sebelumnya TDUP paling menjadi kendala. Tidak sedikit hotel dan restoran yang TDUP-nya bermasalah. Bahkan ada pula yang belum memiliki sama sekali.

Padahal 70% dana hibah akan diberikan kepada industri hotel dan retsoran tanpa terkecuali. Syaratnya yakni memiliki TDUP dan membayar pajak selama 2019.

“Kita sudah sepakat dengan PRHI, kita minta agar kesadaran pelaku usaha mengurus dokumen bisa semakin tinggi. Jangan hanya diurus saat ada bantuan, tapi sudah menjadi kewajiban,” ujarnya.

Kata dia, dari hasil review Inspektorat ada 69 hotel dan restoran yang akan di SK-kan menerima dana hibah. Rinciannya, 50 hotel dan 19 restoran. Hanya saja belum sempat diteken Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin lantaran baru diajukan akhir Desember 2020.