oleh

Penyaluran BPNT di Takalar Diduga Menyalahi Juknis

Armansyah and Supahrin-Berita, Daerah, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan diduga menyalahi petunjuk teknis (juknis) pedoman umum program sembilan bahan pokok 2020.

Dalam Pedoman Umum BPNT 2020 disebutkan pendistribusian bahan pangan tidak boleh dipaketkan, dan mudah dijangkau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selain itu, KPM juga diberi kesempatan memilih berapa jenis, kualitas dan harga bahan pangan yang akan dibeli.

Namun, yang terjadi di Takalar berdasarkan penelusuran Rakyat Sulsel bahan pangan datang ke agen sudah bentuk paketan. Seolah agen hanya tempat transit saja terus dibagikan ke KPM.

Rincian paket yang diterima KPM melalui agen atau e-warung, yakni beras 10 kilogram senilai Rp100 ribu, telur ayam ras 30 butir senilai Rp60 ribu, sayuran senilai Rp20 ribu, dan buah apel senilai Rp20 ribu.

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Muh Arfah saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan penyaluran seperti ini tak hanya terjadi di Takalar, tapi disemua kabupaten kota.

Mensos Juliari P Batubara saat melakukan kunjungan kerja di Takalar beberapa waktu lalu menyaksikan peluncuran program sembako tahun 2020 dijelaskannya jumlah KPM 15.620 dengan total anggaran senilai Rp28,116 miliar.