oleh

Pemulihan Ekonomi Sulsel Alasan NA Belum Mau Terapkan PSBB

Armansyah and Ratih-Berita-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Meski angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Selatan terus bertambah, namun Gubernur Nurdin Abdullah belum mau menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

NA mengaku belum bisa menerapkan PSBB di Sulsel. Pemulihan ekonomi menjadi salah satu pertimbangan, sehingga ia masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

Apalagi menurut NA, pemberlakuan PSBB sangat beresiko terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel. “Belum, kita tunggu petunjuk pusat, karen dampak PSBB itu resikonya pada ekonomi. Makanya harus dipertimbangkan matang-matang,” tegas NA.

Namun NA masih tetap menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Pasalnya pemerintah pusat yang dapat mengidentifikasi perkembangan kasus Covid-19 di semua provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

“Kita tunggu perintah Jakarta, kan Jakarta yang mengidentifikasi semua perkembangan kasus, kebetulan yang baru keluar adalah Jawa dan Bali,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Nurdin juga meminta Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin untuknmengkaji ulang dampak pemberlakuan jam malam. Apalagi saat ini Kota Makassar mejadi episentrum di Sulsel. Angka kasus positif terus meningkat.

“Makanya saya minta pak wali untuk dikaji, apakah ada dampaknya jam malam dengan pertumbuhan kasus. Karena kasus terus jalan,” tutur dia.

“Kita jalankan ekonomi juga, kasihan pedagang kita, UMKM kita seperti pedagang pisang epe,” tambah NA.