oleh

Wow, Tahun Baru Ada 2.948 Janda Muda Baru di Makassar

Armansyah and Yadi-Berita, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sebanyak 2.948 orang di kota Makassar menyandang status duda dan janda selama beberapa bulan terakhir atau masa pandemi Covid-19.
Jumlah ini berdasarkan data angka kasus perceraian di Kota Makassar pada tahun 2020 lalu mengalami peningkatan, jika dibanding pada 2019 silam.

Kasus perceraian di Kota Makassar, disebabkan berbagai masalah, seperti alasan himpitan ekonomi, percekcokan, kekerasan dalam rumah tangga, perselisihan secara terus-menerus, akhlak atau salah satunya yang meninggalkan pasangannya.

“Ya begitulah, setiap tahun kasus penceraian meningkatnya cukup signifikan,” kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Makassar Klas 1A, Hj. Fatimah AD SH, MH, saat ditemui di ruangannya, Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (15/1).

Menurutnya, di PA klas 1A Makassar tidak hanya menangani kasus perceraian semata. Namun, banyak kasus ditangani. Berdasarkan data dihimpun Bacapesan.com dari Pengadilan Agama kelas 1A Makassar, mencatat ada 2.948 cerai talak (CT) dan cerai gugat (CG) di Kota Makassar sejak Januari hingga Desember 2020 lalu.

“Sesuai data di PA kelas 1A Makassar, pengajuan gugatan cerai talak dan cerai gugat di Makassar selama Januari sampai Desember 2020 itu 2.948 kasus. Jadi jumlah saja,” tutur Fatima menyampaikan data tertulis.

Gugatan cerai merupakan cara istri untuk mengajukan cerai terhadap suami melalui Pengadilan Agama dengan disebabkan berbagai faktor. Sedangkan permohonan cerai talak adalah cara suami untuk mengajukan cerai terhadap Pengadilan Agama. Hal ini dalam Islam disebut dengan Talak.

Dari data PA kelas 1A Makassar, selama 1 tahun lalu, terlihat cerai gugat diajukan oleh istri lebih banyak yakni 2.221 kasus. Sedangkan cerai talak dilakukan suami hanya capai 727 kasus.

“Dari total perkara masuk, sudah disidangkan dan diputuskan cerai talak yakni 117 kasus. Dan putusan hasil cerai gugat 1.983 kasus. Total 2.694 diputuskan,” jelasnya dalam data tertulis diterima media Bacapesan.com. Sedangkan secara total beberapa putusan kasus gugatan belum diselesaikan di tahun 2020 sehingga akan diputuskan pada tahun 2021 ini di PA klas 1A Makassar.

“Sisa perkara tahun 2020, CT 68 dan CG 179. Ini diselesaikan akan 2021. Sedangkan sisa perkara tahun 2019 lalu CT 52 serta CG 72,” tutup Fatima.