oleh

Calon Kapolri Pilihan Jokowi, Ini Pesan Stafsus Ketua Dewan Pengarah BPIP ke Komjen Listyo

Armansyah-Berita, Institusi-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Nama Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi disodor ke DPR RI untuk mengikuti Fit and Proper Test (Uji Kelayakan). Kepala Bareskrim itu merupakan pilihan Presiden, Joko Widodo (Jokowi)dari lima nama yang diajukan Kompolnas.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo menyampaikan harapan dan pesan kepada Komjen Listyo Sigit Prabowo selaku calon Kapolri pilihan Presiden Joko Widodo.

Menurut Romo Benny, Polri ke depan tidak hanya profesional tetapi juga memiliki pemahaman dan penguasaan terhadap teknologi. Sebab kejahatan terbesar ke depan itu tidak lagi tradisional, tetapi kejahatan dengan menggunakan informasi dan teknologi.

“Kejahatan ke depan itu informasi dan teknologi termasuk terorisme karena menggunakan teknologi tinggi. Oleh karena itu, pemahaman anggota Polri terhadap teknologi menjadi sangat penting,” tegas Romo Benny di Jakarta, Minggu (17/1/2021)

Pada bagian lain, Romo Benny berharap polisi dapat menjadi bagian penting dalam mengukuhkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

“Jadi polisi harus mampu mengambil bagian praksis yakni sebagai perekat ideologi di masyarakat,” kata Romo Benny yang juga Sekretaris Dewan Nasional Setara Institute.

Oleh karena itu, Romo Benny mendorong agar Polri ke depan membangun kultur yakni menjadi polisi yang humanis. Atinya polisi yang mampu berperan membangun masyarakat dari sisi humanis. Misalnya, dari aspek keamanan, perlu mengaktifkan kembali jaga malam, kekerabatan bersama, dan sistem keamanan bersama.

“Di sinilah pentingnya dan kerja sama bersama masyarakat,” ucap Romo Benny. Secara khusus, Romo Benny juga menyinggung tentang peran polisi di Papua terutama dalam upaya mengedukasi masyarakat.

Polisi yang diterjunkan di Papua, menurut Romo Benny, diharapkan memiliki kemampuan juga menjadi guru untuk mengajari ilmu pengetahun kepada masyarakat Papua sekaligus mampu membangkitkan pertanian.

“Jadi polisi sosial atau polisi humanis itu lebih banyak diterjunkan di Papua,” tegas Romo Benny.
Romo Benny optimistis bahwa polisi yang humanis akan mampu menggerakkan masyarakat. Oleh karena itu, dia berharap Kapolri ke depan perlu menggerakkan polisi yang bersentuhan langsung dengan martabat masyarakat Papua seperti polisi yang berperan membangun pendidikan, pertanian dan bagian pengelola wirausaha di Papua.

“Jadi yang diterjunkan ke Papua itu polisi yang humanis,” kata Romo Benny lagi.

Oleh karena itu, kehadiran polisi di Papua dapat memungkinkan masyarakat Papua dapat tumbuh dan berkembang. “Jadi pendekatannya lebih pada kultur agtau budaya dan ekonomi,” kata Romo Benny.

Sebelumnya, Romo Benny mengharapkan Calon Kapolri ke depan mampu membangun suatu peradaban. Oleh karena itu, sosok pengganti Jenderal Idham Azis itu harus profesional dan kredibel.

“Kredibel dalam arti berintegritas, jujur, berwibawa dan memiliki skill,” kata Romo Benny Susetyo di Jakarta, Minggu (10/1/2021).

Romo Benny juga menekankan calon Kapolri ke depan harus mampu membaca realitas tantangan seperti ancaman ideologi dan teroris internasional. Selain itu, calon Kapolri juga harus memiliki wawasan dan menguasai teknologi.

Untuk itu, Kapolri harus mengonsolidasikan kemampuan-kemampuan itu. “Dia harus smart, kedua harus mampu membaca realitas, ketiga dia harus menerjemahkan dalam arti mampu menjaga keseimbangan atas dasar hak asasi manusia,” ucap Romo Benny.

“Jadi ke depan itu, sosok Kapolri itu kombinasi antara sosok yang jujur tetapi diimbangi dengan penguasaan teknologi,” tambahnya.

Terakhir, Romo Benny menegaskan Kapolri ke depan harus mampu membaca tanda-tanda zaman dan penting untuk memiliki pemahaman terhadap teknologi.(jpnn)