oleh

NA Mengaku Tak Tahu Nakes di Sulsel Tolak Divaksin

Editor : Armansyah, Penulis : Ratih-Berita-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengaku tidak nengetahui ada tenaga kesehatan yang menolak disuntik vaksin.

Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat ada 483 tenaga kesehatan yang menolak disuntik vaksin.

Rinciannya, 370 orang di Kota Makassar, 60 orang di Kabupaten Maros, dan 53 orang di Kabupaten Gowa.

Namun sejak vaksinasi dilaunching pada 14 Januari lalu, NA mengaku belum mendengar perihal isu tersebut.

Bahkan, kata dia, dari hasil survei dibeberapa puskesmas di Kota Makassar, salah satunya di Puskesmas Jongaya tenaga kesehatan justru berbondong-bondong ingin divaksin.

“Saya belum dengar ada tenaga kesehatan yang menolak divaksin. Jadi dari saya sih belum ada saya dengan menolak divaksin,” kata Gubernur Nurdin Abdullah, Selasa (19/1).

Dia pun mempertanyakan alasan penolakan suntik vaksin tenaga kesehatan. Apalagi, vaksin jenis Sinovac telah diakui kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Begitu pula dengan izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah dikantongi. Bahkan sejumlah tenaga kesehatan yang sudah disuntik vaksin tidak memiliki gejala bahkan bertambah sehat.

“Kenapa mau menolak sementara kita sudah lakukan beberapa hari vaksin dab semua tenaga kesehatan yang disuntik malah tambah sehat dan tidak ada gejala,” ungkap NA.

“Terus terang vaksin Sinovac ini bagus, ini yang terbaik selama ini dan sudah terbukti,” tambah dia.

Kendati demikian, Nurdin menampik ada tenaga kesehatan yang menolak disuntik vaksin. Kata dia, yang ada data tenaga kesehatan belum lengkap.

“Bukan menolak, jadi harus dibedakan menolak dengan data yang belum lengkap. Sampai saat ini belum ada yang memiliki gejala setelah disuntik, jadi kalau ada yang menolak saya pikir tidak mungkin,” papar Nurdin.