oleh

Ahli Kebencanaan Unhas Nilai BMKG Trauma dengan Tsunami Palu

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Metro-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Ahli Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Adi Maulana menilai imbauan BMKG terkait gempa berpotensi tsunami di Sulbar didasarkan pada prinsip kehati-hatian.
Menurutnya, imbauan tersebut berangkat dari pengalaman trauma tsunami yang terjadi di Palu dua tahun lalu yang disebabkan karena longsoran bawah laut bukan karena adanya patahan.
“Menurut saya BMKG trauma dengan Tsunami di Palu dimana tsunami terjadi bukan karena patahan karena titik episenter atau titik fokus gempa di darat,  tetapi karena terjadi longsoran di bawah laut akibat getaran gempa di tebing teluk Palu yg  dan menghasilkan gelombang tsunami,” ujar Prof Adi
Terlebih jika melihat sejarah, gempa besar di Wilayah Sulawesi Barat pernah mengakibatkan terjadi empat kali tsunami. Kejadian tersebut terjadi tahun 1927, 1967, 1969 dan 1984 yang ketinggiannya atau run-up nya mencapai 15 M.
“Ini yang membuat BMKG mengeluarkan peringatan untuk berhati-hati akan terjadinya gempa susulan yg bisa men-generate tsunami,” ungkapnya.
Dengan asumsi tersebut, maka korban bisa diminimalisir karena imbauan telah disampaikan sehingga tingkat kewaspadaan sudah meningkat.
“Karena teknologi kita belum bisa memberikan peringatan dini yang cepat untuk gempa dan tsunami (untuk gempa kita blm bisa, sedangkan untuk tsunami baru bisa di atas 5 menit), maka prinsip kehati-hatian akan lebih baik diterapkan untuk keselamatan orang banyak,” pungkasnya.