oleh

Didukung Perwali, Disdag Makassar Lemah Tindak Pelaku Usaha Gudang Dalam Kota

Editor : Armansyah-Berita, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar masih lemah dalam menindak pelaku usaha gudang dalam kota. Buktinya, aktivitas pergudangan masih beroperasi di kawasan Kecamatan Tallo, Wajo dan Ujung Tanah hingga saat ini.

Padahal, regulasi itu menjadi acuan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar menindaki aktivitas pergudangan di dalam kota. Sebab, dalam perwali itu jelas diatur usaha pergudangan hanya boleh beroperasi  di dua kecamatan.

Keduanya yakni Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanayya. Namun faktanya, aktivitas pergudangan masih ditemukan di luar wilayah tersebut. Disdag Kota Makassar seharusnya bisa tegas agar tidak terkesan terjadi pembiaran.

Terkait itu, Kepala Bagian Hukum Kota Makassar, Dr Hari mengakui masih banyak produk hukum yang tidak berjalan maksimal. Padahal pemerintah telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk membuat peraturan itu.

“Buat apa dibuat kebijakan dengan anggaran yang begitu besar tetapi tidak digunakan,” ungkap Dr Hari, Kamis (21/1).

Kata Dr Hari, kebijakan yang baik jika bisa diimplementasikan secara maksimal. Sehingga, dia menyayangkan banyaknya produk hukum minim implementasi. Kata dia, boleh jadi secara substansial produk hukum tersebut tidak implementatif.

“Jadi sebaiknya ketika diformulasi ini kebijakan betul-betul terpikirkan pada waktu itu. Kemudian muncul interpretasi yang berbeda, ini yang kemudian membuat produk hukum itu tidak terimplementasi,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya berencana akan mengecek produk hukum yang sudah tidak berjalan efektif. Salah satunya, perwali gudang dalam kota. Apalagi sejauh ini masalah itu belum juga bisa dituntaskan meski sudah ada produk hukum yang mangatur.

“Makanya perlu kita lakukan harmonisasi sebagai penguatan,” ujar Hari.