oleh

Muslimin Bando Komitmen Perjuangkan Hak Masyarakat Adat Enrekang

Editor : Armansyah, Penulis : Qurniawan-Berita, Daerah, Enrekang-

ENREKANG, BACAPESAN.COM – Bupati Enrekang Muslimin Bando berkomitmen memperjuangkan hak-hak masyarakat adat. Termasuk hutan adat yang menjadi tulang punggung perekonomian mereka.

“Kita sudah punya Perda masyarakat adat sejak 2016 dan hingga kini kita sudah meng-SK-kan 10 masyarakat adat yang tersebar di Enrekang. Dengan total hutan adat mencapai 4000 hektar,” jelas Muslimin Bando, Jumat (22/1).

Hutan adat tersebut, sambung MB–akronim namanya, harus dikembalikan kepada masyarakat adat untuk dikelola. Oleh sebab itu, pemerintah fasilitasi agar masyarakat adat punya legal standing dihadapan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Hadirnya pengakuan ini memberi rasa aman dan tenteram bagi warga dalam mengelola hutan, tidak lagi takut ditangkap atau diusir polhut,” jelasnya.

“Hutan adat harus terus dijaga oleh masyarakat adat ini dan tetap produktif. Namun tidak untuk dibagi-bagi ke masyarakat,” tambahnya.

Sementara, Ketua PD Aman Massenrempulu Paundanan Embong Bulan mengapresiasi kepedulian Pemda terkhusus Bupati terhadap masyarakat adat.

“Saat ini kita sedang membuat dokumenter tetang komunitas masyarakat Uru dan Kaluppini, tentu dengan dukungan bupati” kata Paundanan.

Dukungan bupati saat berharga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat, utamanya yang s menggantungkan hidup dari hasil hutan.

Hutan adat yang diakui Pemda dan KLHK akan semakin terjaga karena adanya kelembagaan adat yang akan terus menjaga dengan aturan-aturan pengelolaan hutan yang telah ada selama ini.