oleh

Plt Kadis P2KBP3A Wajo Beberkan Alasan Penerima Bansos Belum Terima Bantuan Daging Ayam

Lukman Maddu-Wajo-

WAJO, BACAPESAN.COM – Sejumlah warga penerima Bantuan Sosial (Bansos) dalam program bantuan sembako, di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, mengaku belum menerima bantuan daging ayam. Padahal komoditas tersebut masuk dalam item bantuan sembako yang seharusnya di terima warga.

Salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Tempe, Ambo mengatakan, sejak bulan desember tahun 2020, KPM di Kecamatan Tempe belum mendapatkan daging ayam dari agen penyalur yang ditunjuk. Seharusnya daging ayam diterima setiap bulan, karena masuk dalam salah satu item program bantuan sembako.

Selain persoalan pasokan yang sering tersendat, kualitas dari daging ayam yang didapatkan juga dikeluhkan KPM. Selain sudah tidak segar, daging ayam yang disiapkan agen penyalur kualitasnya dibawah standar.

“Sudah hampir dua bulan kami tidak mendapatkan daging ayam, sebelumnya ada. Kalau bisa kami meminta daging ayam di ganti ikan, sebab kualitas daging ayam yang biasa kami dapatkan dalam program bantuan sembako tidak segar,” ujarnya, Minggu (24/1/2021).

Adapun sejumlah komoditi yang biasa didapatkan KPM dalam program bantuan sembako yakni, beras, telur, indomi, minyak goreng, susu dan daging ayam.

Sementar, Plt Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Wajo, Karjono menjelaskan, keterlambatan penyuluran daging ayam kepada KPM diakibatkan adanya permintaan dari sejumlah KPM agar jatah daging ayam dibulan Desember 2020 disalurkan pada bulan Januari 2021

“Keterlambatan itu akibat permintaan KPM itu sendiri, menurut sebahagian KPM, jika daging ayamnya di terima bulan Januari, porsinya akan banyak. Jadi sistemnya kayak menabung ceritanya,” katanya

Menurut Karjono, Stok daging ayam yang dimiliki suplier masih tergolong kondisi aman. Sebab kapanpun penyedia bisa menyiapkan kebutuhan daging ayam tersebut.

“Stok daging ayam masih aman, dan bisa di distribusikan kapan saja jika KPM mau menerima,” sambungnya.

Adapun permintaan KPM untuk mengganti Komoditi daging ayam menjadi Ikan dalam program bantuan sembako, merupakan usulan yang baik dan dapat menjadi bahan pertimbangan.

Usulan itu bisa saja diakomodir, asalkan harga ikan dan daging ayam setara. Selain itu, Karjono akan segera menyampaikan teguran kepada suplier penyedia daging ayam jika betul daging ayam yang didapatkan KPM tidak memenuhi standar atau dalam kata lain tidak segar.

“Kita pertimbangan usulan pergantian komoditi tersebut, kami juga akan mengecek dan menegur suplier jika apa yang disampaikan KPM terkait tidak berkualitasnya daging ayam yang didapatkan,” tandasnya. (*)