oleh

Antisipasi Kejenuhan Belajar Daring, Plt Kepala Disdikbud Parepare Minta Guru Berinovasi

Editor : Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Masih berlanjutnya proses belajar secara daring untuk pembelajaran tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meminta para guru agar berinovasi guna mengantisipasi munculnya kejenuhan pelajar saat mengikuti materi pelajaran.

Hal itu dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Parepare, Arifuddin Idris, Selasa (26/01/2021). Dia mengatakan, belum memungkinkannya dilakukan sekolah tatap muka kondisi di tengah pandemi Covid-19, mengharuskan belajar dengan cara online masih harus dilakukan.

“Tapi kita akan kembali melaukan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah guna membahas metode pembelajaran yang tepat agar para peserta didik dalam proses belajar secara daring yang dilaksanakan saat ini tidak merasa jenuh,” kata Arifuddin.

Persoalan tingkat kejenuhan anak belajar di rumah, kata dia, yang hingga kini harus dicari solusinya untuk menjawab itu adalah guru harus menggunakan metode metode inovatif yang membuat anak merasa nyaman dan senang belajar daring. “Maka ini perlu evaluasi. Kita sudah bekerjasama dengan TV Peduli untuk mencoba membuat jadwal penayangan materi -materi pembelajaran,” katanya.

Namun cara itu, kata Arifuddin, juga masih terbatas dalam beberapa aspek, diantaranya keterbatasan waktu, meski diakui pihaknya menunjukkan perkembangan sejak dilakukannya program tersebut ditahun ajaran 2020 lalu. “Sudah ada kemajuan terkait kompetensi guru dalam membuat video pembelajaran, yang sesuai dengan materi ajarnya masing masing,” jelasnya.

Selain itu, tambah Arifuddin, untuk peserta didik yang terkendala dengan sarana dan prasana, salah satunya tidak memiliki ponsel yang layak digunakan belajar daring. “Jadi tidak tidak perlu khawatir karena pihaknya akan melakukan pembelajaran secara luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Bagi sekolah atau guru yang belum memiliki sarana pendukung, tambah Arifuddin, juga dinilai pihaknya tidak menjadi kenala. Jika ada pelajar yang tidak memiliki sarana telepon selular untuk belajar daring, proses turing di luar jaringan dengan tetap berprinsip untuk mencegah penyebaran Covid-19, dengan menggunakan sistem modul.

“Jadi guru mengantarkan siswanya ke rumah memberi pemahaman kepada orang tua. Jadi itu di kerja per tiga hari. Ini sudah berjalan cuma kami belum melakukan evaluasi efektif karena kemarin saya coba melakukan namun terkendala jaringan,” tandasnya.
(***)