oleh

76 Kasus di Kejati Tuntas Tanpa Melalui Pengadilan

Editor : Armansyah, Penulis : Sugi Hartono-Berita, Hukum-

MAKASSAR  BACAPESAN.COM – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) berhasil menyelesaikan 76 perkara tindak pidana ringan tanpa harus melalui jalur pengadilan. Kasus itu dituntaskan lewat jalan keadilan restoratif yakni musyawarah mufakat.

Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sulsel, Yudi Indra Gunawan mengatakan 76 perkara itu bukan hanya ditangani Kejati, melainkan juga Kejaksaan Negeri (Kajari) yang ada di daerah.

Kata dia, penyelesain perkara tanpa melalui jalur pengadilan atau dikenal dengan istilah restoratif justice diterapkan setelah adanya surat edaran dari Jaksa Agung mengenai tata cara dan standar suatu perkara bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat.

Dia menyebutkan ada beberapa perkara yang boleh dimusyawarahkan, seperti penganiayaan ringan, laka lantas, tindak pidana informasi dan transaksi elektronik dan beberapa kejahatan ringan lainnya.

“Dimana syarat – syaratnya yaitu pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana dan ancaman hukumanya dibawah lima tahun,” ujar Adpidum Yudi Indra.

Dalam penerapannya lanjut dia, pihak kejaksaan mengundang tokoh masyarakat, korban dan keluarganya untuk bermusyawarah dengan pelaku mengenai bentuk dan tindak lanjut atas perkara yang masuk dalam kategori restoratif justice. Hanya saja, keputusan kelanjutan perkara itu bergantung korban.

“Jadi kalau misalnya korban setuju untuk dilakukan musyawarah berarti kasusnya bisa langsung diselesaikan tanpa melalui jalur pengadilan. Tapi kalau korban tetap minta untuk dilanjutkan, kita lanjutkan karena jaksa tidak boleh memaksakan dia hanya menjadi membuka ruang,” kata dia.

Karena itu, penerapan restoratif justice ini akan berhasil bila ada kerjasama seluruh elemen khususnya masyarakat itu sendiri.

“Dimana kami hanya mengupayakan setiap kasus pidana ringan kalau bisa diselesaikan secara kearifan lokal, musyawarah mufakat, tanpa melalui jalur pengadilan,” kunci dia.