oleh

Pelaku Usaha Hotel dan Restoran Sayangkan Pembatalan Dana Hibah

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Metro, Perhotelan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM –  Pelaku usaha industri pariwisata hotel dan restoran menyayangkan penolakan pengalihan dana hibah yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Pasalnya, industri pariwisata perhotelan dan restoran selama masa pandemi benar-benar tergerus, baik dari okupansi hotel maupun tingkat hunian.

Hotel Amaris misalnya, okupansi hotel turun drastis sejak merebaknya virus corona di Sulawesi Selatan, Indonesia. Okupansi hotel bahkan turun 50% akibat kurangnya tamu yang berkunjung.

“Dampak pandemi sangat pasti terasa di semua lini usaha salah satunya kami di sektor pariwisata, sangat terkena dampak. Lebih dari 50% bisnis menurun dari kondisi normal,” kata General Manager Amaris, Supri, Rabu (27/1).

Dia mengatakan dengan adanya suntikan dana hibah dari pemerintah pusat untuk industri pariwisata hotel dan restoran dianggap Supri sangat membantu.

Sehingga dia berharap dana tersebut bisa direalisasikan sebagai bantuan kepada industri pariwisata hotel dan restoran. Apalagi anggaran Rp24,4 miliar itu masih berada di kas daerah.

“Dana hibah sangat membantu kami dalam hal kebutuhan operasional hotel. Saat kondisi pandemi sekarang ini trend bisnis sangat menurun bahkan dibandingkan triwulan terakhir 2020,” ungkap dia.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies,  Didi L Manaba juga mengungkapkan hal serupa. Dia mendukung suntikan dana hibah ini bisa direalisasikna untuk pelaku usaha hotel dan restoran.

“Menurut saya harus segera direalisasikan termasuk bantuan untuk Travel Agent juga,” ujar Didi.

Kata dia, bantuan ini setidaknya mampu membangun kembali industri pariwisata perhotelan dan restoran yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Dana ini bisa membantu untuk survive pelaku usaha pariwisata hotel dan restoran bisa kembali beroperasi, modal kerja tersedia dan masih banyak lagi,” harap dia.