oleh

Digitalisasi Keuangan Melejit Ditengah Pandemi

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Ekobis-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pandemi covid memberikan efek ke seluruh sektor, termasuk ekonomi. Banyak masyarakat melakukan transaksi pembayaran dari tunai ke nontunai alias cashless. Bahkan, digitalisasi keuangan melejit penggunaannya ditengah pandemi.
Hal tersebut diungkapkan Managing Partner Inventure sekaligus Pengamat Bisnis dan Pemasaran, Yuswohady  dalam webinar bertajuk Millenials Cashless Habits.
Menurut Yuswohady, pandemi menjadi katalis bagi konsumen untuk bermigrasi ke ranah digital atau disebut juga low touch ekonomi yang didalam terdapat lima fenomena yakni go virtual, go digiwhere, go contactless, go omni dan go confidential.
Hasil riset Inventure dan Alvara menunjukkan, sebanyak 63 persen responden setuju, pembayaran cashless, cardless dan contactless menjadi prioritas masyarakat saat bertransaksi.
“Dengan munculnya stay at home economy akibat pandemi, maka seluruh aktivitas konsumen kini dilakukan secara digital. Berbelanja, bekerja, berobat, menikmati hiburan, bahkan beribadah,” tuturnya Kamis (28/1)
Dengan demikian, lanjutnya, penggunaan dompet digital, e-money dan mobile banking akan semakin masif. Bahkan fenomena digitalisasi, kata dia, turut berpengaruh pada dunia perbankan. Kantor cabang yang bertebaran tidak lagi menjadi selling point, malah menjadi beban operasional. Nantinya
Kantor cabang bank lebih difungsikan untuk layanan konsultatif dengan energi utamanya adalah digital.
“Kantor cabang jadi lifestyle center, community space, experince store bahkan cafe bagi nasabahnya,” ujarnya.
Sementara, Kepala OJK Regional 6 Sulampua Muhammad Nurdin Subandi.  Ia menuturkan, pergeseran budaya masyarakat yang mulai beralih ke digital berpengaruh pada meningkatnya inklusi keuangan.
Pihaknya mencatat, target inklusi keuangan di 2019 sebesar 75 persen berhasil terlampau.  Melihat kondisi itu, Presiden Joko Widodo menaikkan target inklusi Indonesia menjadi di atas 95 persen pada 2024 mendatang.
“Tidak dapat dipungkiri, pandemi covid turut serta mendorong akselerasi digitalisasi sektor keuangan,” pungkasnya.
Sementara, Regional Head OVO Kalimantan Sulawesi Imelda Christiana mengakui, cashless menjadi solusi yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Mengingat ada banyak pemasalahan dalam transaksi konvensional.
“OVO sendiri sudah terdapat di retail food and beverage, fashion, rumah sakit, bioskop hingga donasi. Ke depan akan ada micro loans dan international and domestic remittance. Pada dasarnya ovo mendukung cashless transaksi,” pungkasnya.