oleh

Gerak Cepat Tim Patroli Brimob Sulsel Redam Pertikaian Warga di Tenda Pengungsian

Editor : Armansyah-Berita, Daerah, Sulbar-

MAJENE, BACAPESAN.COM – Tim Patroli Brimob Polda Sulsel berhasil meredam pertikaian anatar warga yang terjadi di posko pengungsian di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (27/1) sore kemarin.

Pertikaian antara korban gempa terjadi akibat salah paham salah. Salah seorang warga mengira rumahnya telah dilempari batu oleh pengungsi lain yang hendak mengusir anjing liar yang berkeliaran di sekitar tenda pengungsian

Salah satu warga yang bertikai bahkan sempat mengacungkan senjata tajam berjenis parang sambil berteriak mengajak duel. Namun beruntung tim patroli Brimob Polda Sulsel dapat meredam situasi yang sempat memanas akibat adu mulut dari kedua belah pihak.

Setelah berhasil mengamankan senjata tajam yang dipegang salah seorang warga, personel Brimob Polda Sulsel yang tengah menjalankan misi kemanusiaan ini langsung menenangkan kedua belah pihak dan menghimbau kepada warga agar segera berdamai dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Menurut informasi yang kami dapat, pertikaian ini dipicu akibat kesalahpahaman yang berujung dengan adu mulut. Tapi kejadian ini cepat diredam Tim Patroli Brimob Sulsel yang kebetulan melintas di lokasi kejadian,” kata Komandan Batalyon Penugasan (Danyon Gas) Satbrimob Polda Sulsel BKO Polda Sulbar, Kompol Nur Ichsan.

Dia menambahkan jika gerak cepat personel Brimob Polda Sulsel BKO Polda Sulbar dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di pengungsian korban gempa Mamuju-Majene Sulbar ini merupakan sebuah wujud implementasi dari bakti Brimob untuk masyarakat.

“Inilah salah satu tugas kami selama menjalankan misi kemanusiaan di Sulbar. Selain membantu warga korban gempa, selama berada di sini kami juga menjaga situasi Kamtibmas di sekitar lokasi pengungsian sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Masyarakat,” tambah Kompol Nur Ichsan.

Setelah dilakukan mediasi oleh personel Brimob dan warga sekitar selama beberapa saat, akhirnya kedua belah pihak bersedia menahan diri masing-masing dan kembali ke tenda pengungsian.

Sementara itu di tempat terpisah, Komandan Satuan Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis menjelaskan jika kehadiran Satbrimob Polda Sulsel di tengah-tengah warga korban gempa untuk membantu memulihkan kembali kondisi masyarakat di sana pascagempa berkekuatan 6.2 SR.

“Hampir 2 minggu ini 2 SSK personel Satbrimob Polda Sulsel terus bekerja membantu pemulihan keadaan Kabupaten Majene Sulbar pasca gempa bumi. Selain membantu warga mencukupi kebutuhan selama berada di lokasi pengungsian, kami juga bertugas menjaga kondusifitas Kamtibmas di lokasi tersebut sebagai wujud implementasi dari Bhakti Brimob Untuk Indonesia,” ujar Anis.