oleh

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Danny Pomanto Tinjau Kakus Timbul di Anjungan Losari

Editor : Armansyah-Berita, Layanan publik, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto meninjau “Kakus Timbul” di kawasan Anjungan Pantai Losari, Kamis (28/1) kemarin.

Danny yang diketahui arsitek perancang kawasan Anjungan Losari, sebelum berkunjung mendapat keluhan warga dan pihak UPTD Anjungan Losari yang gerah melihat bangunan kakus di Anjungan tersebut.

Saat melihat bangunan kakus yang disebut tiba-tiba timbul di antara patung perahu Pinisi, batu prasasti Asian Mayor Forum Tahun 2016 dan tugu atap bangunan Bugis-Makassar Timpa Laja, Danny menganggap bangunan itu sebagai “kriminal arsitektur” yang merusak pemandangan di kawasan Anjungan Losari.

“Ini kejahatan dalam dunia arsitektur, yang merusak dan tidak menghargai simbol-simbol masyarakat Bugis-Makassar yang sebelumnya lebih dulu ada, karena persis timbul di antara patung perahu Pinisi, Timpa Laja, dan batu prasasti Asian Mayor Forum yang dihadiri lebih seratus Wali Kota se-Asia,” ujar Danny Pomanto, Jumat (29/1) dalam rilis yang diterima bacapesan.com.

Danny sangat menyesalkan pihak Pemerintah Kota Makassar yang mengizinkan pembangunan kakus dan dinilai merusak estetika kawasan yang menjadi landmark Kota Makassar. Selain bangunan permanen dari beton, juga terdapat septik tank yang menyembul di lantai keramik anjungan, bersama tandon air warna jingga, yang ditempatkan asal-asalan.

Pengunjung dan petugas kebersihan di Anjungan Losari yang berbincang bersama Danny di kawasan Losari, menginginkan bangunan kakus tersebut dirobohkan, agar pemandangan kawasan Pantai Losari kembali sedap dipandang dan tidak mengganggu simbol-simbol kearifan lokal masyarakat Bugis-Makassar.

Selain diapit patung Pinisi, Timpa Laja, dan prasasti Asian Mayor Forum, di sekitar bangunan kakus juga terdapat tiga patung tokoh dunia, yaitu Syekh Yusuf Al-Makassari, Mahatma Gandhi, dan Nelson Mandela.

Bangunan kakus yang berukuran sekitar 4×4 meter tersebut terdiri dari dua pintu masuk , yang terdiri untuk pria dan wanita. Kakus tersebut diketahui belum pernah digunakan dan diperkirakan dibangun dari dana CSR salah satu perusahaan swasta, sejak November 2020 lalu.