oleh

Arab Saudi Kembali Tutup, Jamaah Kembali Tak Dapat Akses Ibadah

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Bisnis, Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Larangan penerbangan internasional menuju Arab Saudi kembali di tutup, 20 negara termasuk Indonesia kembali tak mendapat akses melakukan ibadah Haji dan Umrah.

Ke 20 negara tersebut antara lain Uni Emirat Arab, Mesir, Lebanon, Turki, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brazil, Argentina, Afrika Selatan, India, Indonesia, Pakistan dan Jepang.

Larangan juga berlaku bagi pelaku perjalanan yang melakukan transit di 20 negara tersebut dalam kurun waktu 14 hari terakhir sebelum menuju Arab Saudi.

Adanya penutupan ini sebagai bentuk antisipasi pemerintah Arab Saudi dan untuk menekan penyebaran covid I9. Ini diterapkan 3 Februari 2021 kemarin dan berlaku 4 Februari dengan batas waktu yang tak ditentukan.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulsel H. Ardiansyah membenarkan. Ia menjelaskan bahwa aturan tersebut adalah aturan day to day atau aturan yang dikeluarkan perhari tergantung situasi dan penyebaran covid 19 di Arab Saudi.

“Kebetulan umroh perdana di November lalu kita memberangkatkan jamaah dengan konsorsium dari beberapa travel yang tergabung di Amphuri DPD Sulampua dan terakhir sebelum Arab Saudi di tutup,” jelas Ardiansyah, Jumat (5/2).

Dikatakan Ardi–sapaan akrabnya, pihaknya telah memberangkatkan 118 jamaah yang berasal dari tujuh travel. Namun, soal penutupan tak jadi soal sebab persiapan telah dilakukan jika sewaktu waktu dibuka.

Lebih jauh, Ardi berharap 16 Februari mendatang umroh perdana starting Makassar kembali dibuka. Sehingga, pihaknya bisa langsung memberangkatkan jemaah ke Jeddah tanpa transit.

Terkait 670 jemaah yang melakukan perjalanan umrah dan masih tertahan di Arab Saudi, dirinya mengungkapkan bahwa tidak ada jemaah Amphuri asal Makassar.

“Untuk jamaah umrah Amphuri dari Makassar tidak ada. Namun untuk di daerah lain jumlah sementara yang di data 114 dari citilink tanggal 27, 21 pax dari saudia tanggal 31 januari, lion pada tanggal 2 februari sekitar 300an pax. Sementara itu yang berhasil didata, untuk asosiasi lain pastinya belum tahu,” tutupnya.