oleh

Kadispar Makassar Dicopot, AUHM Nilai Pj Walikota Panik

Editor : Armansyah-Berita-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pencopotan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Makassar Rusmayani Madjid menarik simpati sejumlah pihak, salah satunya datang dari Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM). Justru, AUHM menilai Pj Wali Kota Prof Rudy Djamaluddin panik.

Terlebih, jika kebijakan dengan pemberhentian sementara itu buntut dana hibah Kemenparekraf tak kunjung cair. Hal itu disampaikan Ketua AUHM, Zulkarnain Ali Naru dalam rilis yang diterima redaksi Bacapesan.com, Kamis (4/2).

Ia menilai, Pj Walikota harusnya bijak melihat persoalan tersebut. Jika memang terkait dana hibah, mestinya Pemkot transparan, jangan hanya menyalahkan satu pihak tapi membenarkan pihak lain.

“Persoalan ini kan jelas, dana hibah tidak cair karena menurut kabar berhembus Pj Walikota tidak mau tanda tangan. Harusnya Pj Walikota yang tanggung jawab, mungkin dia panik” ungkap Zulkarnain.

Zul–sapaan akrabnya, juga meminta Pj Walikota tidak ‘cuci tangan’ dalam menyikapi persoalan ini. Pasalnya, yang bertanggung jawab dalam kisruh dana hibah pariwisata tersebut, bukan hanya Dinas Pariwisata karena dalam prosesnya juga melibatkan banyak pihak di tubuh Pemkot Makassar.

“Jadi, kalau menurut kami, langkah menonjobkan Kadispar itu bukan menyelesaikan masalah, tapi justru akan menimbulkan masalah baru. Bahkan, bisa saja akan menciptakan kegaduhan di Pemerintahan Kota Makassar,” tegasnya.

Menurut Zul, kinerja Rusmayani Madjid dalam kendalinya mengembangkan pariwisata di Makassar cukup baik. Utamanya terhadap pelaku industri pariwisata.

“Kami bermitra dengan Ibu Maya sebagai Kadispar sudah bertahun-tahun. Kami anggap kinerjanya cukup bagus. Zamannya Danny Pomanto, beliau bagus. Komunikasi dengan pelaku industri pariwisata juga lancar. Makanya harus bijaksana melihat jangan langsung dinonjobkan,” pungkas Zul. (*)