oleh

Pro Kontra Lelang Jabatan, NA Minta Pj Wali Kota Komunikasi Dengan Danny

Editor : Armansyah-Berita, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah angkat bicara terkait lelang jabatan eselon II di lingkup Pemkot Makassar yang menuai pro kontra.

NA meminta Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin membangun komunikasi dengan Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto.

Menurut dia, penting untuk membangun komunikasi diantara kedua pejabat publik itu. Sehingga setelah pelantikan wali kota terpilih tatanan pemerintahan dapat berjalan maksimal.

Baca Juga: Buka Lelang Jabatan Eselon II, Pj Wali Kota Abaikan Rekomendasi KASN

Kata NA, keputusan membuka lelang jabatan yang diambil Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin bukan masalah besar. Sekalipun itu di akhir masa jabatannya.

“Asalkan semua dikomunikasikan bersama dengan wali kota terpilih. Karena intinya adalah komunikasi. Saya sudah sampaikan ke Pj Wali Kota agar berkomunikasi dengan Wali Kota terpilih terkait usulan pejabat,” kata NA.

Dia menyampaikan Wali Kota terpilih tentu harus mengetahui pejabat yang dilantik Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin. Sebab, nantinya akan menjadi user sehingga setelah dilantik bisa langsung bekerja.

“Jika nanti setelah dilantik sebagai Wali Kota kemudian ingin mengganti pejabat sebelumnya itu menjadi kewenangannya,” ucap dia.

Baca Juga:Lelang Jabatan Terkesan Dipaksakan, Mario David: Rudy Harus Tau Diri

Karena itu, NA berharap Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin dan Wali Kota terpilih Danny Pomanto segera mengakhiri miskomunikasi yang terjadi. Agar du mata masyarakat terlihat sosok kenegarawan dan bisa menjadi tauladan.

“Di Sulsel kita harus mengedepankan sipakatau dan sipakalebbi. Mari duduk bersama agar semua berakhir baik,” ungkap dia.

NA memaparkan persoalan ini tak mesti berlarut-larut. Apalagi di masa pandemi Covid-19, semua harus bersatu membangun kebersamaan memutus mata rantai Covid-19.

“Saat ini kita harus bersama-sama melakukan recovery ekonomi demi pemulihan ekonomi nasional (PEN). Tidak boleh tunjukkan emosional, harus menjadi pemimpin tawadu, jadi pemimpin sejuk karena akan memimpin 1 juta lebih penduduk,” papar NA.

“Kalau cerminan pemimpin sejuk dan melayani maka Sulsel akan stabil. Karena Makassar adalah barometer keberhasilan Sulsel,” tambah dia.

Baca Juga: Dewan Curiga Pj Wali Kota Punya Niat Terselubung Buka Lelang Jabatan

Terbaru