oleh

Arab Saudi Tutup Penerbangan, Amphuri Sulsel Tunda Keberangkatan 390 Jemaah Umrah 

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Ekobis, Komunitas-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulsel menunda keberangkatan 390 Jamaah embarkasi Makassar-Jeddah.
Penundaan tersebut menyusul adanya larangan penerbangan internasional menuju Arab Saudi pada 3 Februari lalu. 390 jamaah umrah ini sebelumnya dijadwalkan berangkat pada 16 Februari 2021 mendatang melalui jalur penerbangan Makassar ke Jeddah.
Adanya penutupan atau suspend flights tujuan Arab Saudi khususnya umroh yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi dan dikuatkan oleh Surat yang dikeluarkan oleh GACA (otoritas penerbangan sipil Arab Saudi) praktis membuat jamaah yang harusnya berangkat dalam waktu dekat harus bersabar dan menunda keberangkatan sambil menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi.
Sekertaris DPD Amphuri, H Andi Candrawali mengatakan, keputusan penundaan pemberangkatan 390 jamaah ini berdasarkan hasil koordinasi segenap pengurus inti Amphuri bersama pihak muasasah (operator Visa KSA), dan seluruh instansi terkait.
“Kami sepakat untuk menunggu keputusan selanjutnya dari pemerintah Arab Saudi. Biar bagaimanapun pemerintah Arab Saudi berhak menentukan kebijakan terhadap negaranya sebagai langkah preventif dalam mencegah peningkatan kasus positif covid-19 di daratan Arab Saudi juga bagian dari pertimbangan aspek keselamatan dan keamanan Calon jamaah Umrah,” ujar Andi Candrawali, Senin (8/2).
Andi Candrawali berharap 390 jemaah ini tetap bersabar disamping menunggu keputusan dari Arab Saudi yang bisa saja menetapkan aturan baru.
“Kami harap jamaah tetap bersabar dan tenang. Sambil mempersiapkan keberangkatan jika sewaktu waktu bisa dibuka secara mendadak oleh pemerintah Arab saudi,” harapnya.
Sejalan dengan itu, Ketua DPD Amphuri H. Ardiansyah mengungkapkan seluruh travel anggota Amphuri DPD Sulampua tetap mempersiapkan keberangkatan jamaah umrah jika sewaktu waktu dibuka kembali.
“Sebagaimana yang telah kita pelajari dari tahun ke tahun seluruh kebijakan Arab Saudi bisa saja sewaktu waktu dapat berubah. Kami harap kepada segenap jamaah untuk tetap tenang, bersabar dan berdoa Insha Allah Hal ini tidak akan lama. Kalau masalah di tutup kita tetap melakukan persiapan persiapan jika sewaktu waktu dibuka,” pungkasnya.