oleh

Hipermata Demo di DPRD, Syamsari Kitta Kabur Saat Hadiri HUT Takalar

Armansyah and Supahrin-Berita, Daerah, Takalar-
TAKALAR, BACAPESAN.COM – Himpunan Mahasiswa Takalar (Hipermata) melakukan aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar, Rabu (10/2).

Menariknya aksi unjuk rasa ini, dilakukan pada saat Pemerintah Daerah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Takalar melalui Rapat Paripurna di DPRD. Seluruh pejabat Forkopimda hadir, termasuk Bupati Takalar Syamsari Kitta.

Sebelum pengurus Hipermata berhasil masuk di Gedung DPRD Takalar. Berdasarkan pantauan,  mereka orasi di jalan poros Takalar-Makassar tepat depan Gedung DPRD Takalar. Kemudian mereka menerobos masuk di pelataran Gedung wakil rakyat tersebut.

Akhirnya mereka saling bergantian orasi di pintu masuk Gedung DPRD Takalar dan meminta kepada Bupati Takalar, H.Syamsari Kitta dan Wakil Bupati Takalar, Ahmad Se’re untuk segera keluar menemuinya.

“Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati Takalar keluar di Gedung DPRD Takalar dan temui kami untuk memberikan jawaban tentang Refleksi tiga tahun kemimpinannya. Kedatangan kami kesini, salah satu bentuk protes keras dan menagih janji Bupati dan wakil Bupati Takalar di tiga tahun kepemimpinannya,” tegas Ketua Hipermata, Salim.

Kata dia, pihaknya menagih janji politik yang telah disampaikan saat maju bertarung di Pilkada Takalar 2018 lalu. Saat itu, pasangan SK-HD berjanji akan mundur ketika program P-22 tak terealisasi di tiga tahun kepemimpinannya.

“Ingatki janji Politik Syamsari Kitta dan Ahmad Se’re (SK-HD) sebagai Bupati dan wakil Bupati Takalar,” tegas Salim.

Tidak hanya itu, Salim menilai pemerintahan SK-HD banyak terjadi masalah di internal organisasi. Misalnya, persoalan pendidikan. Sehingga, Hipermata meminta agar pasangan SK-HD mundur dari jabatan Bupati dan Wakil Bupati.

“Kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menangkap dan adili Bupati dan Wakil Bupati Takalar karena diduga kuat terlibat dalam Kasus penyalahgunaan Anggaran TTP ASN pada tahun 2019,” tegasnya.

Hanya saja, keinginan pengurus Hipermata untuk bertemu dan berdialog gagal setelah Syamsari Kitta kabur. Bupati Takalar itu diduga menggunakan kendaraan lain untuk mengecoh demonstran. Alhasil, terjadi saling tarik antara pengurus Hipermata dengan anggota Polres Takalar dan Satpol PP. (*)