oleh

Paslon Harap-harap Cemas Menanti Putusan MK

Editor : Armansyah-Berita, Headline, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini dijadwalkan akan membacakan putusan sela perselisihan hasil pemilihan (PHP) sengketa Pilkada.

Khususnya di Sulsel, pembacaan putusan sela tak dibacakan secara serentak.
PHP Bulukumba, Pangkep dan Luwu Utara (Lutra) akan dibacakan pada (15/2/2020) terlebih dahulu.

Dua hari setelahnya yakni PHP Luwu Timur (Lutim) dan Barru bakal dibacakan pada (17/2) mendatang.

Bagi pasangan calon yang mengajukan gugatan ataupun yang digugat sudah pasti tengah harap-harap cemas menunggu putusan. Apakah dilanjutkan atau justru dihentikan.

Calon Bupati Pangkep, Abdul Rahman Assegaf berharap agar gugatannya diterima oleh MK. “Kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT, kita tidak bisa mempredikais hasil putusannya, namun kita berharap diberikan yang terbaik,” singkat Rahman Assegaf.

Pasangan Abdul Rahman Assegaf-Muammar Muhayyang (Ramah) mengajukan gugatan ke MK atas hasil Pilkada Pangkep yang memenangkan paslon Muhammad Yusran Lalogau-Syahban Sammana (MYL-SS).

Ketua KPU Pangkep, Burhan menyerahkan sepenuhnya kepada MK. Ia tidak ingin berandai-andai terkait hasil putusan MK yang rencananya dibacakan hari ini. “Kita tidak ingin merabah-rabah dengan keyakinan kami, dan kami serahkan sepenuhnya kepada MK untuk memutuskan,” ujarnya.

Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Barru, Suardi Saleh-Aska Mappe meyakini MK akan menghentikan gugatan yang merugikannya. Paslon pemenang Pilkada Barru 2020 ini disoal oleh dua rivalnya yakni Mudassir-Aksah dan Malkan Amin-Andi Salahuddin Rum.

Suardi menilai putusan DKPP yang menjadi modal penguatan Termohon dari Mudassir-Aksah juga dianggapnya tak menguatkan. Sehingga dia yakin MK akan memenangkan KPU Barru.

“Soal putusan di DKPP juga tidak ada kesalahan berarti. Mudah-mudahan putusan sela (dihentikan perkaranya), kita berdoa,” singkat Suardi.

Pemohon PHP Barru dengan nomor perkara 92/PHP.BUP-XIX/2021, Mudassir Hasri Gani-Aksah Kasim juga percaya diri gugatannya bisa dilanjutkan oleh MK dalam putusan sela. Apalagi ada putusan DKPP yang menyebut bahwa dua komisioner KPU terbukti melanggar etik.

“Kita tentu masih optimis dan berharap agar gugatan kita bisa lanjut. Apalagi sebelumnya kita juga sudah melaporkannya ke DKPP,” ucap Mudassir.

Kendati demikian, Mudassir tetap realistis. Apapun putusan MK di putusan sela, akan diterimanya dengan lapang dada. “Kita juga harus bijaksana dalam melihat aturan dan apa yang diputuskan. Kalau tetap lanjut, maka kita akan berjuang,” jelasnya.

Komisioner KPU Bulukumba, Syamsul membenarkan bila pembacaan putusan perkara yang menyeretnya dijadwalkan pada (15/2). Dia mengaku akan menghadiri agenda penting ini.

“Pemberitahuan dari MK melalui instruksi KPU RI, kami akan menghadiri sidangnya secara virtual di kantor KPU RI. Jadi kami harus di Jakarta untuk ikuti sidangnya,” kata Syamsul.

Sedianya gugatan PHP Bulukumba dengan nomor perkara 04/PHP.BUP-XIX/2021 sudah dicabut oleh Pemohon pasangan Askar HL-Arum Spink dalam sidang pemberian jawaban beberapa waktu lalu. Namun MK tetap memprosesnya karena sudah diregistrasi.

Sekali pun gugatannya sudah dicabut, Syamsul tak ingin berandai-andai soal putusan MK ke depan. Namun dia mengklaim, akan tetap menghormati apapun putusan yang akan dipilih MK.

“Kami tak mau mendahului putusan yang akan dibacakan MK. Intinya kami akan patuh dan taat terhadap Apapun ketetapan yang akan disampaikan nanti dalam sidang,” jelasnya. (E)