oleh

Pindah Laporan ke Polda Sulsel, PT SAHL Grup Harap Dana Investasi Travel Umrah Dikembalikan

Editor : Armansyah-Berita, Hukum, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Proses hukum yang menyeret pemilik Travel Haji dan Umrah Muh Arwadi Muchtar atas dugaan penipuan senilai Rp4 miliar terus berlanjut. Untuk memudahkan proses hukum, laporan kasus PT SAHL Grup dipindahkan ke Polda Sulsel yang sebelumnya pada Polda Metro Jaya.

Perwakilan PT SAHL Grup, Aiman mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel Cq. Polrestabes Kota Makassar terkait pemindahan laporan kasus. Hasilnya, Aparat Penegak Hukum (APH) tersebut menyambut baik perihal pemindahan laporan.

Baca Juga : PT SAHL Pindahkan Laporan Dugaan Penipuan Bos Al Buruj ke Polda Sulsel

“Alhamdulillah, kepolisian memberikan sinyal positif. Insya Allah, dalam waktu dekat akan mengurus permohonan pemindahan laporan dan dokumen yang dibutuhkan kepolisian,” jelas Aiman, Senin (15/2).

Ia berharap, pemindahan laporan kasus dugaan penipuan itu ke Polda bisa menyelesaikan masalah, utamanya dana investasi untuk travel umrah dikembalikan oleh terlapor.

“Kita ingin dilakukan penegakan hukum terhadap terlapor dan dana kita bisa kembali agar iklim invetasi tetap kondusif dan kepercayaan investor asing terjaga. Semoga Pihak Kepolisian profesional membantu kami,” paparnya.

Diketahui, Kasus ini bermula saat pihak Al Buruj membujuk PT SAHL Group Internasional agar mau berinvestasi, karena Al Buruj mendapat kontrak jemaah dan butuh modal untuk pembayaran ke Saudi Air Lines.

PT SAHL Group Internasional kemudian menyetujui permohonan Al Buruj yang saat itu butuh pendanaan dalam sekali penerbangan sekitar 5.000 seat (kursi).
Namun, setelah dana diserahkan, hingga saat ini pihak Al Buruj seolah menutup pintu komunikasi dan menunjukkan itikad yang buruk terkait upaya penyelesaian kesepakatan kontrak kedua pihak

“Yang pasti niat baik dari Al Buruj untuk menyelesaikan permasalah ini tidak ada, hanya sering janji-janji belaka,” katanya.

Pemilik Al Buruj, Muh Arwadi Muchtar diketahui dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan, hal mana saat ini diketahui yang bersangkutan sedang dalam Penahanan pihak Kepolisian terkait dengan kasus Laporan pihak lain (*).