oleh

PT SAHL Pindahkan Laporan Dugaan Penipuan Bos Al Buruj ke Polda Sulsel

Editor : Armansyah-Berita, Hukum-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Tim penasehat hukum PT SAHL Group Internasional datang secara khusus ke Makassar. Mereka memantau perkembangan kasus dugaan penipuan senilai Rp4 miliar yang melibatkan pemilik perusahaan travel haji dan umrah Al Buruj, Muh Arwadi Muchtar.

Sebelumnya, Wadi, sapaan Muh Arwadi Muchtar, telah dilapor ke Polda Metro Jaya Jakarta, Desember 2019 lalu, atas kasus dugaan penipuan.

Salah satu penasehat hukum PT SAHL Group Internasional, H Ismar Syafruddin SH MH, mengatakan, pihaknya saat ini juga tengah mempersiapkan laporan yang sama ke Polda Sulsel.

“Kami (penasehat hukum PT SAHL Group Internasional) akan memindahkan laporan dari Polda Metro Jaya Jakarta ke Polda Sulsel. Dan segera membuat laporan di sini,” ujarnya, Senin (15/2).

Ismar mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan penyidik Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel. “Kehadiran kami di Makassar juga untuk melakukan koordinasi dengan penyidik Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel untuk memindahkan laporan kami ke sini,” jelasnya.

“Alasan kami buat atau memindahkan laporan di Polda Sulsel, karena saksi-saksi banyak di Makassar. Al Buruj juga beroperasi di sini,” tambahnya.

Ismar mengakui, kelanjutan kasus ini menemui sedikit kendala, karena Wadi saat ini, tengah ditahan di Polrestabes Makassar atas kasus lain. “Makanya, ini juga kenapa kita akan pindahkan laporan ke Polda Sulsel agar kasus ini, bisa segera dilanjutkan lagi dan dituntaskan,” terangnya.

Ismar mengatakan, akibat kasus ini, memberikan dampak negatif terhadap citra Sulsel. Selain tentunya kerugian material yang harus ditanggung PT SAHL Group Internasional.

“PT SAHL Group Internasional ini perusahaan internasional. Kami ada di Malaysia, Turki, Mesir, dan Arab Saudi. Jadi atas kasus ini, telah merusak citra investasi di mata investor asing,” terangnya.

Tim penasehat hukum PT SAHL Group Internasional sendiri melaporkan pemilik perusahaan travel haji dan umrah Al Buruj, Muh Arwadi Muchtar ke Polda Metro Jaya Jakarta atas dugaan penipuan.

Kasus ini bermula saat pihak Al Buruj membujuk PT SAHL Group Internasional agar mau berinvestasi, karena Al Buruj mendapat kontrak jemaah dan butuh modal untuk pembayaran ke Saudi Air Lines.

PT SAHL Group Internasional kemudian menyetujui permohonan Al Buruj yang saat itu butuh pendanaan dalam sekali penerbangan sekitar 5.000 seat.

Namun, setelah dana diserahkan, hingga saat ini pihak Al Buruj seolah menutup pintu komunikasi dan menunjukkan itikad yang buruk terkait upaya penyelesaian kesepakatan kontrak kedua pihak.

“Yang pasti niat baik dari Al Buruj untuk menyelesaikan permasalah ini tidak ada, hanya sering janji-janji belaka,” terangnya.

Pemilik Al Buruj, Muh Arwadi Muchtar diketahui dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. (*)