oleh

Diskon Tarif Pajak PPnBM Dongkrak Penjualan Mobil

Armansyah and Hikmah-Berita, Ekobis, Otomotif-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Kebijakan pemerintah terkait intensif berupa diskon tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100 persen bagi kendaraan roda empat disambut baik pengusaha otomotif di Sulawesi Selatan.

Pasalnya, kebijakan tersebut mampu mendongkrak penjualan roda empat ditengah lesunya pasar otomotif setahun belakangan pasca pandemi masuk ke Indonesia.

Marketing Manager Kalla Mifta Farid S Putra, mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu aturan tersebut direalisasikan karena akan berdampak pada peningkatan penjualan.

“Saat ini, Kalla Toyota masih menunggu informasi lebih lanjut dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Kita menunggu keputusan nantinya seperti apa. Tapi kami rasa ini akan membantu sektor otomotif kedepannya utamanya penjualan mobil baru,” ungkap Mifta Selasa (16/2).

Bahkan kata Mifta, aturan ini juga menjadi peluang bagi pasar mobil bekas karena meningkatnya penjualan mobil baru.

“Justru ini jadi peluang bagaimana kita bisa membeli mobil customer dengan harga yang kompetitif, sehingga bisa mendongkrak penjualan mobil baru,” tambahnya

Sementara itu, Human Resources Suzuki Sinar Galesong, Abdul Haris Sulaiman mengungkapkan kehadiran program pemerintah ini bisa menjadi stimulus bagi perusahaan otomotif, apalagi penurunan penjualan terus terjadi.

“Kita apresiasi program pemerintah. Untuk perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, program ini tentunya dapat meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap kendaraan ,” ujar Haris.

Namun menurut Haris, aturan tersebut tidak akan membawa dampak besar terhadap penjualan, hal tersebut karena diskon ini di khususkan bagi kendaraan roda empat untuk segmen di bawah 1.500 cc dengan kategori sedan dan 4×2.

“Menurut kacamata saya, adanya pembebasan pajak untuk tipe kendaraan ini tidak berdampak besar karena yang di sasar adalah masyarakat di segmen menengah ke bawah dan berlaku hanya untuk mobil mobil murah seperti Ignis, avanza, Agya, Brio dan lain lain. Sedang untuk masyarakat di kalangan ini, masih berfokus pada pemulihan kesehatan,” beber Haris

Lanjut dia, hal tersebut akan berbeda jika saya program pemerintah ini dikenakan untuk mobil mobil mewah yang menyasar masyarakat kalangan atas.

“Ini karena masyarakat kelas atas memiliki simpanan untuk di belanjakan. Berbeda dengan masyarakat kalangan menengah. Belanja rumah tangga saja menurun, apalagi belanja otomotif,” pungkasnya.