oleh

Kalla Logistics-Ritase Gandeng Unilever Jajaki Kerja Sama

Armansyah and Hikmah-Berita, Bisnis, Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Kalla Logistics dan Ritase sebagai perusahaan penyalur logistik menjalin kerjasama dengan perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka di Indonesia, Unilever.

Kerja sama tersebut merupakan kerjasama perdana dengan Unilever di luar pulau Jawa dan akan dimulai pada Februari 2021 ini.

City Launcher Ritase Sulawesi Area, Indah Nugrohowati, mengatakan kerjasama ini merupakan upaya untuk mengembangkan Kalla Logistik agar semakin memperluas jaringan.

“Kami mengetahui bahwa Kalla Logistics sudah men-support Unilever melalui Kamadjaja Logistics selama ini. Namun, karena Ritase ini merupakan salah satu partner yanng ditunjuk Unilever di Sulawesi, kami juga ingin menggandeng Kalla Logistics,” jelas Indah saat berkunjung ke Kantor Kalla Logistics, Daya, Kota Makassar Selasa (16/2)

Ke depan, seluruh orderan pengiriman barang dari Unilever akan diprioritaskan ke Kalla Logistics.

“Kalla Logistics merupakan strategic business partner kami. Apabila orderan tidak diterima karena beberapa alasan, barulah kami mengalihkannya ke vendor yang lain,” lanjut Indah.

Selain Ritase yang memberikan order kepada Kalla Logistics, shipper (pengirim barang) juga bisa memilih langsung layanan Kalla Logistics di laman ritase.com. “Anda cukup mendaftar di web. Setelah itu bisa tujukan orderannya ke Kalla Logistics secara langsung,” jelas Indah.

Sejakan dengan itu, General Logistics Manager Kalla Logistics, Andi Muhammad Firdaus, mengatakan penjajakan kerja sama bersama Unilever sebenarnya sudah dimulai sejak 2018 melalui Kamadjaja Logistics. Kemudian, baru terealisasi 2019.

“Pada saat itu, memang kita belum bisa direct ke Unilever, tetapi melalui partnership. Tahun ini, ada Ritase, kita jadinya bisa semakin memaksimalkan utilisasi unit,” ungkapnya.

Ia pun berharap, peluang kerja sama untuk produk lainnya ke depan semakin terbuka.

“Tahun ini, kami juga berencana bekerja sama dalam hal distribusi di sektor material infrastruktur,” beber Firdaus.