oleh

ACC Desak Polda Sulsel Lanjutkan Proses Hukum Dugaan Korupsi Dispora Makassar

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel menyetop dugaan kasus korupsi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar.
Alasannya, pihak Dispora Kota Makassar telah mengembalikan kerugian negara yang saat ini tengah dilakukan pemeriksaan Inspektorat melalui Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Kota Makassar.
Meski begitu, Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi mendesak agar Polda Sulsel terus melanjutkan proses hukum walau Dispora Makassar telah mengembalikan kerugian negara. Sebab, hal itu tidak menghapus unsur adanya tindak pidana.
“Seharusnya polisi tetap memproses secara hukum kasus tersebut, apalagi kasusnya sudah terbilang cukup lama. Kita desak Polda lanjutkan proses hukumnya,” kata Wakil Ketua ACC Sulawesi, Angga Reksa, Rabu (17/2).
Menurut Angga, Polisi tidak memahami Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi. Disebutkan, dalam pasal 4 UU Tipikor bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud pasal 2 dan pasal 3 UU tipikor.
“Jadi, itu sangat jelas, pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud pasal 2 dan pasal 3 UU tipikor,” terang Angga.
Lebih jauh, kata Angga, jika kasus ini tidak dilanjutkan maka ini menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum. Dimana, koruptor hanya tinggal mengembalikan kerugian negara untuk bebas dalam jeratan hukum.
“Namun disisi lain masyarakat sudah mengalami kerugian atas tindakan korupsi tersebut, lalu dimanakah keadilan itu?,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun, tahun anggaran 2018, Dispora Makassar melaksanakan sejumlah kegiatan. Diantaranya, kegiatan pelatihan dasar bela negara bagi pemuda lorong senilai Rp300 juta.
Kemudian, diskusi perubahan pola pikir pemuda anak lorong dalam menyambut Makassar menuju kota dunia senilai Rp200 juta dan pelatihan pengembangan karakter bagi pemuda senilai Rp250 juta.
Kemudian, ada juga kegiatan pelatihan pengembangan potensi minat dan bakat pemuda yang menelan anggaran sebesar Rp250 juta, peningkatan peran serta pemuda dalam pengembangan olahraga senilai Rp500 juta, pelatihan dan diskusi ilmiah tentang berbagai isu kepemudaan Rp500 juta.
Selanjutnya ada kegiatan perkampungan pemuda senilai Rp500 juta, kegiatan sosialisasi pemuda pelopor Makassar Tidak Rantasa (MTR) senilai Rp500 juta, seminar wawasan kebangsaan bagi mahasiswa dan pemuda senilai Rp300 juta, workshop peran serta pelajar dalam bergonanisasi senilai Rp225 juta serta pembinaan pelatihan kepeloporan mahasiswa senilai Rp300 juta.