oleh

FSPMI Demo Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Tuntut Kasus Dugaan Korupsi Uang Buruh

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Peristiwa-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Federasi Serikat Pekerjaan Metal Indonesia (FSPMI) Sulsel menggelar aksi demonstrasi di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan kota Makassar, di Jl Urip Sumorarjo, Rabu (17/2)

Aksi tersebut berkenaan dengan dugaan kasus korupsi dana keuangan dan dana investasi yang disangkakan kepada BPJS Ketenagakerjaan dan menelan anggaran hingga Rp20 triliun.

Dalam aksinya, FSPMI meminta pihak BPJS Ketenagakerjaan bertanggung jawab atas hal tersebut dan meminta Kejaksaan Agung serius menindaklanjuti permasalahan ini.

“Hari ini kami melaksanakan instruksi nasional untuk mengawal kasus ini, karena dugaan korupsi ini menyangkut uang buruh yang nilainya tidak tanggung tanggung Rp20 triliun,” ujar Sekertaris Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sulawesi Selatan, Fadli Yusuf.

Lanjut dia, aksi ini di gelar serentak oleh FSPMI di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk meminta pengawasan terhadap uang buruh dan tanggung jawab dewan pengawas

“Uang ini disisipkan dan dikemanakan? kalau kemudian ada oknum yang harusnya dalam pengawas justru kemudian mereka abai terhadap uang buruh yang dikelolah BPJS ketenaga Kerjaan. 20 T bukan uang sedikit, Buruh ini setengah mati,” pungkas Fadli

Meski sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Agung Santoso perihal tidak adanya keterlibatan pihak BPJS Ketenagakerjaan dan menyalahkan pengaruh indeks harga saham yang naik turun, tetapi pihaknya tak lantas percaya.

“itu tidak masuk akal karena 3 tahun berturut turut tida mungkin dalam waktu ini uang buruh yang diinvestasikan berupa obligasi atau surat utang yang senilai 64 persen. seharusnya BPJS kembali pada kunci UU nomor 40 sistem jaminan sosial karena BPJS ketenaga Kerjaan ini bukan BUMN, mereka adalah badan wali yang harus transparan dan sangat hati hati terhadap uang buruh saat di investasikan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus yang menggaet nama BPJS Ketenagakerjaan ini bermula dari Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah yang menyebut pihaknya mendapat laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan investasi menyimpang di perusahaan pelat merah itu.