oleh

Lihai Baca Pasar Jadi Jurus Jitu Bertahan di Masa Pandemi

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Bertahan di tengah pandemi bukanlah hal mudah, terutama bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal ini ikut dirasakan Safitri, pengusaha fashion yang mengkhususkan penjualan pada jilbab dan asesorisnya.
Pemilik the Butonese itu mengatakan untuk bertahan di tengah pandemi dirinya harus mampu membaca pasar.

Jika selama ini ia hanya berjualan jilbab printing dengan motif tenun, hadirnya Covid-19 ini mengharuskan ia berpikir keras dan merubah haluan usahanya.

Kata dia, semenjak pandemi ia merasakan betul penurunan daya beli masyarakat terhadap barang barang yang bukan kebutuhan pokok sehingga ia harus mencari solusi lain agar tetap berjualan.

“Waktu awal saya berdiri di tahun 2017, saya mengkhususkan usaha pada penjualan jilbab printing dengan motif tenun Buton hingga 200an corak. Namun lama kelamaan berdiri, dengan melihat pasar dan trend fashion saya mulai membuat produk lain seperti waist bag, hand bag, sajadah, jilbab2 2 in 1 mukena, sepatu dan sekarang gantungan serta konektor masker yang sangat dibutuhkan di masa pendemi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Safitri mengatakan ide jualannya benar benar ia dapatkan setelah membaca dan mempelajari kebutuhan Pasar, “Biasanya sesuai dengan trend pasar. awal berdiri jilbab printìng pling laku, musim lebaran mukena dan sajadah yang laris manis. Saat pandemi saya keluarkan beberpa produk yang umum digunakan, misalnya bergo 5 style yang bisa berguna sebagai jilbab sekaligus masker atau cadar. Sajadah waterproof yang bisa tinggal disemprot desinfektan setelah digunakan di tempat umum,” beberapa Safitri.

Untuk gantungan masker yang sedang naik naik daun, Fitri mengaku ikut memproduksi karena kebutuhan masyarakat yang bertambah.

“Gantungan masker yang saya produksi adalah gantungan yang berguna untuk menggantung masker agar bisa dilettakkan dibawah dagu, ada juga gantungan masker yang 2 in 1 yang sudah bisa dipakai sebagai connector dan sebagai gantungan,”ungkapnya.

Untuk membuat produknya berbeda dengan produk di tempat lain, Safitri mengaku tetap memfokuskan produk pada motif motif tenun dan warna warna cerah. Harga barangnya jangan ditanya, sangat ramah di kantong. “Untuk harga kami bandrol mulai sari harga Rp 10 ribu hingga Rp 480 Ribu,” tandasnya

Terakhir, Safitri berharap ke depan situasi makin membaik dan daya beli masyarakat kembali normal seperti sebelum pandemi.

“Semoga costumer tetap antusias dengan produk produk kami dan kami bisa terus menghadirkan produk produk yang up to date sesuai dengan trend fashion,” tutupnya.