oleh

Matangkan Persiapan Assessment, PNUP Optimis Raih Bantuan Proyek RESD Pemerintah Swiss.

Editor : Armansyah-Berita, Edukasi, Kampus-

MAKASSAR, BACAPESAN – Tim Persiapan Assessment Proyek RESD melakukan rapat koordinasi di ruang rapat PNUP, Selasa (16/2).

Tim ini terdiri dari para wakil direktur, ketua jurusan, koordinator program studi serta kepala pusat. Mereka berkumpul persiapkan dokumen dalam rangka memenuhi penilaian (assessment) dari tim proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) Swiss selama dua hari 18-19 Februari 2021 di Kampus 1 PNUP Tamalanrea.

Wakil Direktur Bidang Kerjasama, Perencanaan dan Sistem Informasi, HR. Fajar, M.Eng. menyampaikan rasa optimisnya mendapatkan bantuan (hibah) dari proyek RESD yang di danai langsung oleh pemerintah Swiss.

“Melihat dokumen yang disiapkan selama 2 (dua) hari ini menjelang datangnya tim RESD Swiss, kami yakin sudah siap mempresentasikan dan sekaligus di assessment untuk kedua laboratorium jurusan teknik mesin dan konversi energi, teknik elektro serta jurusan lain yang konsen dalam bidang energi terbarukan.” harapnya.

Sementara, Wakil Direktur Bidang Akademik, Ahmad Zubair Sultan, Ph.D mengaku optimistis PNUP menjadi salah satu peraih hibah atau bantuan proyek RESD yang didanai langsung oleh pemerintah Swiss.

“Melihat kekompakan tim dan tersedianya dokumen, maka kami yakin PNUP menjadi salah satu penerima bantuan proyek RESD ini,” ungkapnya.

Renewble Energi Development (RSED) merupakan nama proyek resmi yang didanai langsung oleh pemerintah Swiss kerjasama pemerintah RI dalam bidang pendidikan untuk membantu pemerintah RI dalam rangka membangun pendidikan vokasi dalam bidang energi terbarukan

Terpisah, Manager GFA, Bakhtiyar Salam yang dipercaya dan ditunjuk resmi oleh RESD Swiss-Indonesia melalui rilisnya menyampaikan dulu ada istilah (Swiss contac) yang sangat familiar dalam pengembangan dan cikal bakal pendirian politeknik di Indonesia.

Saat ini, sudah berubah menjadi proyek RESD SWISS yang tetap konsen memberikan perhatian dan bantuan dalam pengembangan politeknik di Indonesia.

“Jujur kami sampaikan bahwa begitu banyak politeknik yang mendaftar untuk diberikan bantuan, namun hanya tujuh politeknik di Indonesia yang akan menerima dan mewakili untuk mendapatkan bantuan proyek RESD ini,” jelas Bakhtiyar Salam.

Baktiyar menyampaikan untuk mendapatkan bantuan maka keseriusan dan komitmen institusi baik dari level pimpinan sampai ke bawah sangat diharapkan.

“Kedatangan kami besok (hari ini,red) di PNUP untuk perkenalan proyek RESD sekaligus melakukan penilaian (assessment) setelah dapat kajian presentasi dan site visit ke Laboratorium di PNUP,” pungkasnya.