oleh

Terseret Kasus Investasi Menyimpang, BPJamsostek Dilapor ke Kejagung

Editor : Armansyah, Penulis : Hikmah-Berita, Ekobis, Keuangan-
MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kasus investasi  menyimpang yang menyeret nama BPJS  Ketenagakerjaan terus bergulir. Itu, setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
Adanya kasus tersebut disikapi banyak pihak. Di Makassar misalnya, Federasi Serikat Pekerjaan Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi pada Rabu (12/2) lalu. Mereka menuntut kejelasan atas dana buruh yang disinyalir raib hingga Rp20 triliun, FSPMI juga meminta Kejagung mengusut tuntas kasus tersebut.
Pjs Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Makassar, Lubis Latif mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu proses penyidikan yang sedang berlangsung.
“Secara umum kami mengedepankan azas praduga tidak bersalah dan menghormati proses penyidikan yang sedang berlangsung di Kejagung. Kami juga berharap prosesnya transparan guna memastikan apakah pengelolaan investasi telah dijalankan sesuai tata kelola yang ditetapkan,” ujar Lubis, Sabtu (20/2).
Kata Lubis, pihaknya di daerah berharap proses proses penyidikan yang saat ini berjalan tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan publik sehingga program jaminan sosial ketenagakerjaan dapat berjalan lancar.
“BPJamsostek Makassar sampai saat ini tetap beroperasional sebagaimana biasanya dan tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada peserta,” ungkapnya.
Terkait aksi unjuk rasa FSPMI, Lubis menilai hal tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi para buruh. Tetapi kata dia, informasi yang dibutuhkan oleh para demonstran tidak pada BPJamsostek yang ada di daerah melainkan di Kejagung RI.
Terkait masih adanya temuan teman-teman Serikat Pekerja mengenai kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerjanya, termasuk perusahaan yang hanya mendaftarkan sebagaian tenagakerja, melaporkan upah dibawah upah yang seharusnya, dan perusahaan yang tidak membayarkan atau menunggak iuran.
“Kembali ke soal investasi untuk materi penyidikan, kami tidak memiliki informasi, sebaiknya dikonfirmasi langsung dengan pihak Kejagung RI,” terangnya.
Sementara untuk proses pengolahan dana, Lubis mengaku BPJamsostek telah melakukan sebaik mungkin dan sesuai prosedur.
“BPJamsostek merupakan badan hukum publik yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden RI,” jelasnya.
Kegiatan operasional BPJamsostek, termasuk pengelolaan dana telah diawasi dan diaudit baik oleh Satuan Pengawas Internal, Dewas Pengawas dan berbagai lembaga berwenang secara berkala dan rutin yaitu BPK, OJK, KPK dan Kantor Akuntan Publik.
“Hasil audit BPJamsostek dari lembaga-lembaga tersebut dari tahun 2016-2019  mendapat predikat Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) / Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkapnya.
Kata dia, pihaknya juga selalu menyampaikan hasil audit Laporan Keuangan (LK) dan Laporan Pengelolaan Program (LPP) tersebut kepada publik melalui media massa. Sebab, pengelolaan dana yang dilakukan BPJamsostek pengelolaan mengacu pada instrumen dan batasan investasi yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013.
Kemudian, Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2015, serta beberapa Peraturan OJK. BPJAMSOSTEK juga memiliki aturan yang ketat terkait dengan pemilihan mitra investasi dan selalu bekerjasama dengan mitra terbaik.
Terkait strategi investasi, kata Lubis, pihaknya selama ini selalu mengutamakan aspek kepatuhan, kehati- hatian dan tata kelola yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimal sepenuhnya untuk peserta dengan risiko yang terukur.
“Dana kelolaan BPJamsostek per 31 Desember 2020 telah mencapai Rp486,38 Triliun dengan hasil investasi mencapai Rp32,30 Triliun, serta YOI mencapai 7,38 persen,” kata Lubis.
Aset alokasi per 31 Desember 2020 sebagai berikut Surat Utang 64 persen, Saham 17 persen Deposito 10 persen, Reksadana 8 persen, dan Investasi langsung 1 persen. Per 31 Desember 2020, sebanyak 98 persen dari portofolio Saham BPJamsostek ditempatkan pada saham LQ45.
Penempatan pada instrumen Reksadana juga berdasarkan pada underlying asset yang memiliki fundamental yang kuat dan likuiditas yang baik. Sehingga kualitas aset investasi BPJamsostek sangat baik, dan pengelolaan dananya tidak pernah mengalami kendala likuiditas dan selalu mampu memenuhi kewajiban klaim kepada peserta.
Untuk mitra kerja investasi pada instrumen Saham dan Reksadana, dia mengatakan harus melalui penilaian scoring internal, dengan indikator kuantitatif (permodalan, likuiditas, rentabilitas, net profit margin, AUM, market share, skor reksadana dan aktivitas transaksi) dan kualitatif (komitmen, kredibilitas, reputasi baik, riset kuat, pengalaman, update informasi fundamental).
“Mitra investasi yang  bekerjasama dengan BPJamsostek juga dipastikan merupakan yang terbaik dan terbesar di kelasnya, seperti Manajer Investasi dengan dana kelolaan minimal Rp1,5 Triliun (tidak termasuk discretionary fund, RDPT dan reksadana dalam mata uang asing) dan sudah berpengalaman minimal 5 tahun,” tutupnya.