oleh

Siap-siap Lansia Disuntik Vaksin, Ini Targetnya

Editor : Armansyah-Berita, Kesehatan, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Warga Makassar berusia 60 tahun keatas harus bersiap-siap. Vaksinasi tahap II akan dimulai Maret mendatang.

Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan menjadi sasaran utama, targetnya 129.629 orang dari total keseluruhan lansia yang akan divaksin sebanyak 753.302 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, Nurul AR mengatakan, berdasarkan arahan Kementerian Kesehatan, vaksinasi lansia dilakukan melalui dua metode, ialah metode pelayanan oleh fasilitas layanan kesehatan (swasta/pemerintah) dan metode vaksinasi massal.

Opsi pertama melibatkan RT/RW untuk mendata sasaran, kemudian dikumpulkan di PKM untuk mendapat jadwal pelayanan. Sementara opsi kedua untuk vaksinasi massal disponsori oleh organisasi maupun perorangan. Dalam hal ini bisa dilaksanakan di instansi, organisasi keagamaan dan ormas.

“Organisasi atau instansi dapat bekerjasama dengan Kemenkes atau Dinkes untuk melakukan vaksinasi massal untuk peserta lanjut usia. Nanti organisasi dan instansi yang sudah menjalin kerjasama akan menentukan jadwal,” sebut Nurul, Minggu (21/2).

Pendaftaran dilakukan melalui laman makassar.kemkes.go.id. Untuk sosialisasinya kata Nurul, Dinas Kesehatan masing-masing daerah akan terlibat. Mereka harus aktif mengedukasi masyarakat khususnya lansia untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi ini.

Sosiolog UIT Makassar, Anshar Aminullah menilai target 16,9 Juta vaksin untuk petugas Kesehatan dan 21,5 juta usia lansia yang akan disasar untuk tervaksin bukanlah hal mudah. Berbagai macam persoalan mendasar dan klasik akan menghambat kelancaran vaksin ini di masyarakat.

Vaksin yang dianggap sebagai solusi terbaik tetap saja menghadirkan ketakutan bagi tak sedikit warga. Terlebih lagi pemberitaan yang sulit terkendali dari beberapa sumber berbau hoax soal banyaknya korban meninggal dunia sehabis divaksin.

“Masyarakat kita ini tak sedikit yang mengalami pobia terhadap efek pasca mereka divaksin ini, dan ini adalah hal yang lumrah. Pemerintah memang tak bisa hanya berharap dari kesadaran masyarakat khususnya usia lansia untuk secara sadar Ikut program vaksin ini,” sebut Anshar Aminullah.

Menurutnya, pendekatan law enforcement menjadi jalan terakhir agar kepatuhan itu bisa terwujud. Di era pandemi ini, tidak hanya semakin tidak pasti dan beresiko dalam berbagai aspek kehidupan dan juga perubahan yang tak terduga dan ketidaktahuan pada apa yang akan terjadi di masa depan umat manusia pada tingkat makro.

Tetapi juga semakin besar ketidak pastian dan penuh resiko pada siapa saja dalam kehidupan mereka pada tingkat mikro yang tidak memahami resiko dari setiap pilihan hidup mereka.

“Ikut divaksin termasuk pilihan hidup untuk bertahan hidup diera Pandemi. Vaksin sesuatu yang ‘beresiko’ sangat kecil untuk menghilangkan resiko yang jauh lebih besar dan berbahaya. Dan masyarakat kita harus menyadari hal tersebut,” ujarnya.

Disamping itu, sosialisasi dan edukasi harus berjalan beriringan guna meyakinkan masyarakat, khususnya usia lansia.
Selain lansia, sasaran vaksinasi tahap dua ini diantaranya, pendidik 214.746 orang, pedagang pasar 158.702 orang, tokoh agama 3.470 orang, wakil rakyat 842 orang.

Selanjutnya, pejabat negara 25 orang, pegawai pemerintah 123.860 orang, keamanan 48.136 orang, pelayan publik 94.241, transportasi publik 29.130 orang, petugas pariwisata, hotel dan restoran 2.068 orang. Sementara atlit dan pekerja media belum terdata. Total sementara 1.428.522 (juta) orang yang akan divaksin.

Legislator DPRD Makassar, Abd Wahab Tahir mengatakan, Pemerintah Kota Makassar harus aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Apalagi banyak isu yang berwara-wiri seputar dampak dari vaksin.

“Kita dorong Pemkot untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. Masyarakat sekarang lagi cari info soal vaksin, karena dampak vaksin wara wiri. Saya minta Pemkot fokus, jangan dulu urusi lelang dan sebagainya,” tegas Wahab.

Menurutnya, vaksin bertujuan memutus mata rantai penularan covid, sehingga siapapun harus berperan serta dalam program ini. “Karena itu, perlu edukasi massif. Sekarang masih perlu dimaksimalkan. Kalau kami diminta turun kami siap meskipun itu tugas eksekutif,” paparnya.