oleh

2021, Pasar Saham Tunjukkan Geliat Positif

Armansyah-Berita, Bisnis, Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pasar saham di 2021 diprediksi tumbuh positif ditengah melemahnya berbagai sektor ekonomi. Hal tersebut tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menguat.

Potensi saham juga terlihat dari peningkatan jumlah investor yang mendorong jumlah transaksi di pasar modal.

IDX – Head of Representative Office South Sulawesi, Fahmin Amirullah mengungkapkan, geliat pasar saham tidak terlepas dari upaya pemerintah menumbuhkan ekonomi yang selama ini terkontraksi akibat covid 19.

“Cukup bagus dengan berbagai stimulus yang di keluarkan, termasuk dengan upaya vaksin yang tengah di lakukan saat ini. Kesemuanya ini tentu harapanya akan berdampak positif juga terhadap investasi di pasar modal,” ujar Fahmin, Selasa (23/2).

Fahmin membeberkan, selama pandemi sepanjang tahun 2020 pasar modal khusunya di Indonesia mengalami dinamika yang cukup dinamis. Itu, bisa dilihat dari koreksi cukup dalam di Maret ke level 3.937,63 dari posisi sebelumnya di Januari 2020 IHSG 6.355.

“Kemudian mulai bangkit kembali dan saat ini sudah di atas 6000an IHSG,” ungkapnya.

Hal tersebut, kata dia dipengaruhi oleh meningkatnya investor ritel domestik dimana saat ini porsinya sedang dominan dibanding investor asing sehingga ketahanan pasar modal lebih terjaga dari dalam.

“Kemudian penyebab lainnya adalah mulai adanya perbaikan kinerja emiten yang beradaptasi dengan new normal,” bebernya.

Khusus di Sulsel, Fahmin menilai potensinya cukup bagus. Apalagi, literasi saham mengalami peningkatan.

“Ini terlihat dari laju investor yang cukup tinggi sejalan dengan peningkatan investor secara nasional, dan hal ini di barengi dengan tingginya minat masyarakat untuk ikut dalam kegiatan edukasi dan literasi pasar modal,” katanya.

Fahmin berharap, kedepan masyarakat melihat pasar saham dengan kaca mata lebih dalam lagi terkait potensi kedepan.

“Secara umum saya ingin menyampaikan bahwa instrumen investasi di pasar modal khususnya saham adalah investasi yang horizon dan investasinya jangka panjang,” jelasnya.

Sehingga, kata Fahmi. masyarakat perlu melihat fundamental dari sektor yang memiliki potensi pertumbuhan lebih bagus kedepannya. “Kemudian dari pemilihan sektor inilah masyarakat break down lagi dan memilih perusahaan mana saja yang paling fundamentalnya,” ujarnya.